Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Mekah akan menyaksikan sejajarnya bulan pertama tahun 2026 malam ini (Sabtu), ketika bulan akan terlihat hampir tepat di atas Kakbah.
Sepert dilaporkan Kantor Berita Arab Saudi (SPA), Kepala Masyarakat Astronomi Jeddah, Majid Abu Zahra, mengatakan bahwa pada saat sejajar, bulan akan berada pada jarak 374.187 kilometer dari Bumi dengan iluminasi 91 persen, bertepatan dengan posisinya sejajar dengan gugusan bintang Al-Nathra di konstelasi Cancer.
Fenomena langit ini memungkinkan pengamat di seluruh dunia untuk menentukan arah kiblat secara akurat hanya dengan melihat bulan ketika melintasi meridian Mekah.
Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat. Dasarnya terdapat dalam firman Allah SWT. pada QS. Al-Baqarah ayat 115 yang menegaskan bahwa timur dan barat adalah milik Allah, dan ke mana pun manusia menghadap, di sanalah “wajah” (kehadiran) Allah. Ayat ini turun ketika para sahabat kesulitan menentukan arah kiblat dalam kondisi gelap saat perjalanan, lalu tetap melaksanakan salat sesuai keyakinan arah yang mereka perkirakan.
Dari ayat dan penjelasan para ulama, dapat dipahami bahwa pada dasarnya seluruh arah adalah milik Allah. Namun, demi menjaga persatuan umat Islam, ditetapkanlah Kakbah di Mekah sebagai kiblat resmi dalam salat.
Dalam kondisi tertentu, seperti tidak mengetahui arah karena gelap atau berada di kendaraan yang sedang berjalan, seseorang boleh salat menghadap arah yang diyakini benar. Jika setelahnya diketahui kurang tepat, salatnya tetap sah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tegas dalam aturan, tetapi tetap memberi kemudahan dalam keadaan darurat
