Niat Main Game, Pria Ini Malah Tak Sengaja Kendalikan 7.000 Robot Vacuum DJI Romo
Fitur navigasi canggih ala drone pada robot pembersih rumah DJI Romo mendadak menjadi bumerang privasi ketika seorang insinyur tak sengaja mendapatkan akses kendali penuh atas 7.000 unit perangkat tersebut secara global.
Membeli robot pembersih lantai seharga puluhan juta rupiah ternyata belum tentu menjamin privasi rumah Anda aman dari intipan orang asing.
Kasus mengerikan ini menimpa produk terbaru dari pabrikan raksasa teknologi, DJI Romo. Seorang insinyur perangkat lunak asal Spanyol, Sammy Azdoufal, awalnya hanya iseng membuat aplikasi menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Tujuannya sederhana: ia ingin mengendalikan robot pembersih barunya menggunakan stik (controller) video game. Namun, tanpa sengaja, ia justru mendapat akses kendali penuh terhadap sekitar 7.000 unit robot pembersih DJI di seluruh dunia.
Kenapa bisa terjadi? Ternyata, server pusat pabrikan tersebut memiliki celah sistem yang sangat fatal. Begitu Azdoufal berhasil berkomunikasi dengan server DJI, jalurnya otomatis terbuka lebar untuk menyusup ke ribuan alat lainnya tanpa pengamanan sandi yang ketat. Azdoufal tidak hanya bisa menggerakkan robot milik orang lain, tetapi juga bisa melihat dan mendengar aktivitas di dalam rumah melalui kamera robot, memetakan denah ruangan, hingga melacak lokasi fisik rumah lewat alamat IP.“Saya mendapati perangkat saya hanyalah satu dari lautan perangkat lainnya,” ujar Azdoufal kepada media teknologi The Verge. Hebatnya, ia menekankan bahwa ini bukanlah aksi peretasan canggih. “Saya tidak melanggar aturan apa pun, saya tidak mem-bypass, saya tidak men-crack, brute force, atau apa pun itu,”. Ironisnya, perangkat yang memiliki lubang keamanan fatal ini tergolong sangat mewah. Di pasar Eropa, harga robot DJI Romo berkisar antara 1.319 Euro hingga 1.929 Euro (Rp22 juta hingga Rp33 juta lebih).
Rincian harganya sangat fantastis. Untuk model termurah yakni DJI Romo S (Entry Level), harganya dipatok sekitar 1.299 Euro hingga 1.319 Euro (Rp 22 juta hingga Rp 25 juta). Model menengah, DJI Romo A (Water Tank Version), dibanderol sekitar 1.629 Euro (Rp 27 juta hingga Rp 28 juta). Sementara kasta tertingginya, DJI Romo P (Flagship), dijual menembus angka 1.899 Euro hingga 1.929 Euro (Rp 33 juta hingga Rp 36 juta).
Harga selangit itu dipatok karena DJI menanamkan teknologi pemetaan presisi ala drone, seperti navigasi cerdas, penghindaran rintangan, lengan pel yang bisa memanjang, pencucian dan pengeringan pel otomatis, serta stasiun pengosongan debu. Perangkat yang awalnya difokuskan di pasar China dan Eropa ini telah diperluas ketersediaannya secara global pada tahun 2025 lalu.Melihat tren pasar gawai rumah pintar di tahun 2026, konsumen memang semakin haus akan otomatisasi, namun pabrikan sering kali abai terhadap fondasi keamanan siber. Menanggapi krisis ini, juru bicara DJI, Daisy Kong, memastikan bahwa masalah pada produknya telah ditambal. "DJI dapat mengonfirmasi bahwa masalah tersebut telah diselesaikan minggu lalu dan perbaikan sudah dilakukan sebelum pengungkapan ke publik," tegasnya.Sebagai catatan, kasus robot memberontak ini bukanlah hal baru. Pada 2024 silam, publik juga sempat dihebohkan oleh laporan mengenai deretan robot pembersih buatan pabrikan Ecovacs yang diretas, hingga akhirnya mengejar pemiliknya di dalam rumah sembari melontarkan kata-kata makian.
