DARPA Kembangkan Sistem Anti Drone untuk Kapal Kargo
Amerika Serikat (AS) saat ini mempercepat pengembangan sistem pertahanan drone khusus untuk kapal kargo menyusul meningkatnya ancaman drone udara dan permukaan di zona konflik seperti Laut Hitam, Laut Merah, dan Selat Hormuz.
Proyek terbaru yang dikembangkan oleh DARPA bersama Raytheon, yang dikenal sebagai Pulling Guard, dirancang untuk melindungi kapal komersial yang tidak diizinkan membawa senjata ofensif di atas kapal.
Menurut pengumuman resmi Raytheon, sistem Pulling Guard dikembangkan sebagai platform semi-otonom yang ditarik di belakang kapal kargo, dilengkapi dengan sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR), perangkat lunak deteksi ancaman, dan kemampuan komando dan kontrol terintegrasi.
Sistem ini juga menggunakan drone yang diikat yang memberikan titik pandang tinggi untuk pemantauan lingkungan kapal secara real-time.DARPA menyatakan bahwa drone yang terikat tali memberikan cakupan survei yang lebih luas daripada sensor dek biasa, memungkinkan deteksi dini kendaraan udara tak berawak (USV), drone udara, dan ancaman lainnya.
Data deteksi kemudian dikirim ke operator jarak jauh yang dapat mengendalikan beberapa unit Pulling Guard secara bersamaan, dengan keputusan untuk menyerang masih memerlukan persetujuan manusia.
Meskipun DARPA belum mengkonfirmasi senjata yang akan digunakan, laporan teknis mengatakan sistem tersebut berpotensi menggunakan rudal, peperangan elektronik, dan senjata energi terarah termasuk laser dan gelombang mikro, tergantung pada fase pengembangan.
Fase pertama program ini akan melibatkan simulasi serangan untuk mengevaluasi kinerja sensor dan perangkat lunak, sementara fase kedua akan melibatkan integrasi peluncur sebenarnya untuk demonstrasi operasional langsung.
Proyek Pulling Guard muncul seiring dengan semakin banyaknya penggunaan drone murah dalam peperangan modern, termasuk oleh Ukraina, yang telah berhasil menghancurkan pesawat dan kapal Rusia menggunakan drone udara dan permukaan.Keberhasilan ini menjadikan drone sebagai ancaman berbiaya rendah namun sangat mumpuni, mendorong negara-negara dan perusahaan pelayaran untuk mencari solusi pertahanan baru.
Fenomena ini juga dilaporkan oleh New Atlas, yang menyoroti bagaimana jalur pelayaran global kini sedang diubah oleh kehadiran ancaman drone.
Pulling Guard juga berfungsi sebagai solusi "jalan belakang" untuk masalah hukum internasional: kapal kargo tidak dapat membawa senjata berat karena peraturan maritim global.
Dengan menempatkan sistem senjata pada platform yang ditarik di belakang kapal, secara teknis hal itu tidak membuat kapal kargo itu sendiri dipersenjatai, sehingga mematuhi peraturan yang berlaku sekaligus meningkatkan keselamatan. -





