Update Internet Indonesia 2026: Pengguna Tembus 230 Juta, tapi Kecepatan Kayak Siput?

Update Internet Indonesia 2026: Pengguna Tembus 230 Juta, tapi Kecepatan Kayak Siput?

Teknologi | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 09:50
share

Kecepatan internet Indonesia, baik kategori seluler maupun fixed broadband, belum mampu berbicara banyak di kancah internasional. Ini sesuai dengan laporan terbaru Speedtest Global Index Desember 2025 yang menunjukkan posisi RI yang kian melorot dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. Meski jumlah pengguna internet nasional melonjak tajam hingga menyentuh angka 230 juta jiwa, kualitas koneksi masih menjadi "pekerjaan rumah" besar yang menghambat akselerasi ekonomi digital di Tanah Air.

Berdasarkan data Ookla untuk akhir 2025, peringkat internet mobile Indonesia turun dua peringkat ke posisi 75 dari 105 negara dunia. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia sangat memprihatinkan karena hanya berada di peringkat ke-8 dari 9 negara, hanya setingkat di atas Laos. Kecepatan unduh rata-rata seluler Indonesia tercatat sebesar 52,73 Mbps, tertinggal jauh dari Brunei Darussalam yang memimpin di angka 234,96 Mbps (peringkat 8 dunia) dan Singapura dengan 199,70 Mbps (peringkat 10 dunia).

Ketimpangan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur digital Indonesia saat ini menghadapi tantangan geografis dan investasi. Sementara pemerintah menargetkan kecepatan 80 Mbps untuk seluler dan 64 Mbps untuk fixed broadband pada akhir 2026, realita di lapangan menunjukkan kesenjangan yang lebar. Untuk kategori internet rumah (fixed broadband), Indonesia berada di urutan ke-118 dunia dengan kecepatan hanya 44,38 Mbps. Angka ini bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan Singapura yang duduk di peringkat 1 dunia dengan kecepatan 410,06 Mbps.

Kesenjangan ini terasa makin ironis saat melihat data pertumbuhan pengguna. Laporan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) semester I-2025 mencatat jumlah pengguna internet nasional mencapai 229,43 juta jiwa dengan tingkat penetrasi 80,66 persen. Artinya, dari setiap 10 orang Indonesia, 8 di antaranya sudah terkoneksi ke dunia maya.

Dominasi Gen Z di Pengguna Internet

Pasar digital Indonesia didominasi oleh anak muda dengan rincian Generasi Z sebesar 25,54 persen, Milenial 25,17 persen, dan Generasi Alpha 23,19 persen. Dominasi smartphone sebagai alat akses utama (83,39 persen) mendorong penggunaan media sosial sebagai aktivitas nomor satu (24,8 persen). Platform video pendek seperti TikTok (35,17 persen) dan YouTube (23,76 persen) menjadi penyedot kuota terbesar, yang secara logis membutuhkan koneksi stabil dan cepat.

Namun, aksesibilitas masih sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pendidikan. Penetrasi internet pada kelompok berpenghasilan di atas Rp6 juta mencapai 91,47 persen, sedangkan kelompok di bawah Rp1 juta hanya 70,73 persen. Hal serupa terjadi pada tingkat pendidikan, di mana lulusan perguruan tinggi mencatatkan angka 91,27 persen berbanding 42,66 persen pada mereka yang tidak tamat SD.

Target dan Prediksi Masa Depan

Pemerintah melalui berbagai program infrastruktur berusaha memperkecil celah digital antara wilayah urban (83,56 persen) dan rural (76,96 persen). Meski kecepatan rata-rata seluler saat ini meningkat 53,1 persen dibanding tahun sebelumnya, tantangan biaya integrasi dan ketersediaan perangkat masih menghambat 43,62 persen masyarakat yang belum terkoneksi.

Statista memproyeksikan tren peningkatan pengguna internet Indonesia akan terus berlanjut hingga mencapai 269,09 juta orang pada 2028. Jika pertumbuhan jumlah pengguna ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas bandwidth yang masif, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi digital yang besar tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni. Percepatan investasi di jaringan 5G dan perluasan fiber optik menjadi harga mati agar target kecepatan 80 Mbps di tahun 2026 bukan sekadar angka di atas kertas.

Kecepatan Internet Mobile Asia Tenggara (Desember 2025):

1. Brunei Darussalam: 234,96 Mbps2. Singapura: 199,70 Mbps3. Vietnam: 179,24 Mbps4. Malaysia: 143,70 Mbps5. Thailand: 136,23 Mbps6. Kamboja: 60,27 Mbps7. Filipina: 54,13 Mbps8. Indonesia: 52,73 Mbps9. Laos: 45,24 Mbps

Kecepatan Fixed Broadband Asia Tenggara (Desember 2025):

1. Singapura: 410,06 Mbps2. Vietnam: 287,24 Mbps3. Thailand: 276,03 Mbps4. Malaysia: 163,86 Mbps5. Filipina: 102,79 Mbps6. Brunei Darussalam: 86,55 Mbps7. Laos: 53,58 Mbps8. Kamboja: 49,75 Mbps9. Indonesia: 44,38 Mbps10. Myanmar: 29,61 Mbps

Topik Menarik