Viral PM Israel Benjamin Netanyahu Tutup Kamera Ponsel dengan Selotip Merah

Viral PM Israel Benjamin Netanyahu Tutup Kamera Ponsel dengan Selotip Merah

Teknologi | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 19:31
share

JAKARTA – Foto yang menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menutupi kamera belakang ponselnya dengan selotip merah menjadi viral di media sosial. Foto yang diambil di area parkir bawah tanah Parlemen Israel (Knesset) di Yerusalem memperlihatkan Netanyahu berdiri di samping mobil berwarna hitam dan berbicara dengan seseorang melalui telepon.

Namun, selotip merah yang menutupi kamera ponsel Netanyahu memunculkan pertanyaan, seperti yang diajukan podcaster Mario Nawfal: "Mengapa Netanyahu menutupi kamera ponselnya dengan pita? Siapa yang dia khawatirkan?"

Ia juga menunjukkan bahwa jika Perdana Menteri Israel perlu melindungi ponselnya, maka orang biasa juga seharusnya khawatir tentang hal itu.

"Lagipula, jika Perdana Menteri Israel merasa perlu melakukannya, lalu apa artinya bagi orang biasa?" tambahnya, sebagaimana dilansir NDTV.

Menurut media Amerika Hypefresh, stiker merah di ponsel Netanyahu bukanlah stiker biasa. Itu adalah segel anti-perusakan, stiker khusus yang digunakan di area dengan keamanan tinggi. Stiker tersebut menutupi kamera, mencegah siapa pun mengambil gambar informasi sensitif secara tidak sengaja atau sengaja.

 

Ponsel memiliki kamera, mikrofon, dan sensor lain yang dapat digunakan untuk merekam atau membocorkan informasi rahasia. Di area pemerintah yang terbatas, seperti zona rahasia Knesset, pengambilan foto dilarang keras.

Clash Report mengatakan bahwa menempelkan stiker pada ponsel kemungkinan besar merupakan langkah keamanan untuk menghentikan kegiatan mata-mata atau perekaman di tempat-tempat di mana informasi sensitif disimpan.

Israel memiliki aturan ketat tentang penggunaan ponsel pintar tertentu dan beberapa aplikasi, seperti TikTok, karena kekhawatiran keamanan nasional.

Rezim Zionis itu memiliki sejarah teknologi mata-mata canggih, dan bahkan warganya sendiri terkadang dipantau tanpa izin. Contoh yang paling menonjol adalah perangkat lunak Pegasus dari NSO Group yang berbasis di Israel, yang dituduh digunakan untuk memata-matai jurnalis, aktivis, saingan politik, dan bahkan pemimpin dunia di sejumlah negara.

Ada juga tuduhan pada 2022 bahwa polisi Israel mengawasi warga sipil, aktivis, dan pejabat publik tanpa surat perintah yang diperlukan dengan menggunakan peralatan mata-mata.