Fantastis! Tesla Siapkan Gaji Rp16.000 Triliun untuk Elon Musk, tapi Ada Syaratnya

Fantastis! Tesla Siapkan Gaji Rp16.000 Triliun untuk Elon Musk, tapi Ada Syaratnya

Teknologi | sindonews | Senin, 8 September 2025 - 10:51
share

Hadiah apa yang bisa Anda berikan kepada Elon Musk, pria yang secara harfiah bisa membeli apa saja di dunia? Dewan direksi Tesla tampaknya punya jawabannya: janji bernilai hampir Rp16 Kuadriliun atau Rp16.000 triliun. Kok bisa?

Pada Jumat pekan lalu, proposal paket gaji baru yang monumental diumumkan untuk dipertimbangkan oleh para pemegang saham. Jika disetujui, paket ini bisa memberikan Elon Musk hingga 423,7 juta lembar saham tambahan Tesla dalam dekade mendatang. Di atas kertas, nilai saham tersebut saat ini "hanya" sekitar Rp2.379 triliun. Namun, ini adalah pertaruhan dengan skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Musk hanya akan mendapatkan seluruh saham tersebut jika ia berhasil menyulap Tesla menjadi perusahaan dengan nilai valuasi Rp136 Kuadriliun (USD8,5 triliun)—sekitar delapan kali lipat dari nilainya hari ini, dan dua kali lebih besar dari perusahaan mana pun dalam sejarah planet ini.

Langkah yang terdengar gila ini, menurut dewan direksi, adalah keharusan. Dalam pengajuan mereka kepada pemegang saham, dewan menyatakan bahwa mereka berisiko kehilangan sang pemimpin yang telah menjadi sinonim—baik atau buruk—dengan merek Tesla. Terungkap bahwa selama negosiasi, "Musk juga mengemukakan kemungkinan bahwa ia dapat mengejar minat lain yang mungkin memberinya pengaruh lebih besar jika ia tidak menerima jaminan tersebut."Singkatnya, ini adalah sebuah ultimatum halus.

Drama di Balik Layar: Perhatian yang Terbagi

Di balik angka-angka fantastis ini, tersembunyi drama tentang kekuasaan, kontrol, dan perhatian yang terbagi. Sudah jadi rahasia umum bahwa Tesla bukan lagi satu-satunya "mainan" Musk. Perhatiannya tersedot ke kerajaan bisnis pribadinya yang lain: perusahaan roket SpaceX, layanan internet satelit Starlink, firma kecerdasan buatan xAI, dan tentu saja, platform media sosial X (dulu Twitter) yang ia beli seharga Rp704 triliun (USD44 miliar) pada 2022.Keterlibatan Musk yang semakin dalam di dunia politik juga membuat dewan direksi gelisah. "Pesan sederhana yang dikirim dewan kepada Elon adalah: 'Kami ingin perhatian Anda kembali ke Tesla,'" tulis Gene Munster, seorang analis di Deepwater Asset Management. Paket gaji raksasa ini, menurutnya, adalah cara dewan untuk memastikan waktu dan pikiran Musk kembali tercurah sepenuhnya untuk perusahaan mobil listrik tersebut.

Bagi Musk sendiri, motivasi utamanya bukanlah sekadar menambah pundi-pundi kekayaan. Ini adalah tentang kendali mutlak atas masa depan perusahaan. Pada Januari 2024, ia secara terbuka menyatakan kegelisahannya.

"Saya tidak nyaman mengembangkan Tesla menjadi pemimpin AI & robotika tanpa memiliki 25 kendali suara," tulis Musk di X. "Cukup untuk menjadi berpengaruh, tetapi tidak terlalu banyak sehingga saya tidak dapat digulingkan."Saat ini, kepemilikan saham Musk hanya sekitar 13. Paket baru ini adalah jalannya untuk mencapai ambang batas 25 yang ia dambakan. "Ini semua tentang Musk yang takut ditendang keluar dari Tesla," ujar Ross Gerber, CEO Gerber Kawasaki dan salah satu investor awal Tesla yang kini kritis.

Para pendukung Musk, seperti Gene Munster, percaya bahwa target valuasi Rp136 Kuadriliun itu bisa tercapai. Mereka melihat masa depan Tesla bukan lagi sekadar pada mobil listrik, melainkan pada kecerdasan buatan, armada robotaxi otonom, dan robot humanoid yang akan merevolusi dunia. Target laba operasional yang dipatok pun tak main-main: Rp6.400 triliun (USD400 miliar), atau 20 kali lipat dari rekor laba Tesla sebelumnya.

Namun, para kritikus melihat ini sebagai babak terbaru dari drama yang sama. Mereka menunjuk pada "jejak janji yang diingkari" oleh Musk. "Elon Musk telah mengatakan sejak 2014 'kita akan memiliki mobil otonom sepenuhnya tahun depan.' Itu tidak pernah terjadi," kata analis Gordon Johnson, salah satu kritikus paling tajam Tesla.Menurutnya, nilai terbesar Musk bagi Tesla adalah kemampuannya sebagai seorang "master manipulator" yang bisa meyakinkan Wall Street untuk terus percaya pada masa depan cerah, meskipun banyak target yang meleset.

Anehnya, para pemegang saham kemungkinan besar akan menyetujui paket yang oleh Ross Gerber disebut "absurd" ini. Logika mereka sederhana: Musk tidak akan mendapatkan sepeser pun kecuali nilai perusahaan meroket. Target pertama yang harus dicapai adalah valuasi Rp32 Kuadriliun (USD2 triliun), hampir dua kali lipat dari sekarang.

"Mereka akan berpikir, 'saya tidak akan rugi,'" kata Gerber. "Tujuannya sangat tinggi sehingga jika dia berhasil, saya akan menghasilkan banyak uang. Jadi, siapa peduli jika dia mendapat Rp16Kuadriliun."

Topik Menarik