Boeing Company Buka Kantor Perwakilan di Indonesia
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pabrik pesawat terbang raksasa Amerika Serikat (AS), Boeing Company, secara resmi membuka kantor cabangnya di Indonesia. Walau sudah lebih dari 70 tahun bisnis Boeing berjalan di Indonesia, namun baru sekarang ini, Rabu (4/10/2023), secara resmi Boeing membuka kantor cabangnya di Jakarta.
Boeing sesuai kelasnya memilih Gedung Astra di Jalan Sudirman, Jakarta, sebagai lokasi kantor perwakilannya. Tentu saja dengan pertimbangan prestise sebagai perusahaan kelas dunia juga beberapa pertimbangan lainnya, terutama faktor keselamatan dan keamanan lingkungan kerja.
Seperti diketahui, Gedung Astra Sudirman juga dilengkapi dengan rooftop heliport berstandar internasional hasil rancangan CSE (Chappy Hakim, Samudra Sukardi, dan Edwin Soedarmo) Aviation Consulting.
Kabar tentang niat Boeing akan membuka secara resmi kantor perwakilannya di Indonesia sudah mulai santer terdengar sejak menjelang pandemi, beberapa tahun lalu.
Ketika itu, konon kabarnya selain memang pasar berbagai produk Boeing di Indonesia yang tengah berkembang pesat, hal lain yang memicunya adalah dibutuhkannya jalur komunikasi yang intens setelah terjadinya kecelakaan fatal B-737 MAX 8 Lion Air dan Ethiopian Airlines.
Saya sendiri sempat diundang khusus oleh pihak Boeing ke Seattle, AS, untuk menerima penjelasan dari tangan pertama tentang penyebab kecelakaan dan tindakan apa yang segera dilakukan pihak Boeing dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Boeing memang dikenal sebagai salah satu pabrik pesawat terbang yang memberikan prioritas keamanan dan keselamatan terbang yang tinggi.
Tidak bisa dielakkan tentang banyak hal yang harus dijelaskan kepada operator, regulator, serta pihak investigator mengenai penyebab utama kecelakaan fatal yang menelan ratusan nyawa itu.
Di Amerika Serikat sendiri terjadi polemik cukup panas antara FAA dan pihak Boeing di forum kongres. Polemik yang sangat teknis sifatnya telah menjadikan topik tersebut sebuah isu yang sulit dipahami orang awam. Menjadi lebih rumit lagi, karena kesemua akan berakhir pada sebuah tuntutan ganti rugi mencakup nilai jutaan dolar.
Sekadar gambaran sederhana saja, ketika pihak Lion Air pada awalnya akan menuntut pihak Boeing, sebagai satu satunya pihak yang bertanggung jawab, kemudian terhambat dengan beberapa hasil investigasi awal yang membuktikan ada kontribusi Lion Air pada rentetan penyebab kecelakaan.
Salah satu kelalaian terbersit tentang masalah kelemahan dalam rangkaian pengawasan. Bila sudah sampai kepada sekuel pengawasan, maka tidak pula bisa dihindari ada peran regulator di dalamnya.
Untuk diketahui, salah satu kelemahan terbesar ketika Otoritas Penerbangan Indonesia di sekitar 2007 dinilai tidak comply dengan International Civil Aviation Safety Regulation, unsur yang mengemuka adalah faktor pengawasan.
Masalah ini sangat jelas dikemukakan oleh Vice President Commercial Sales and Marketing Global Strategic Initiatives Boeing Company, John W Bruns, yang mengatakan bahwa Boeing telah mempunyai hubungan kerja sama hampir 75 tahun dalam industri penerbangan sipil di Indonesia. Kerja sama ini kebanyakan akan berfokus pada upaya bersama untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia.
Kesemua faktor itulah yang barangkali bisa saja menjadikan momentum pembukaan kantor perwakilan sebuah perusahaan pabrik pesawat terbang raksasa sekelas Boeing di ibu kota sebuah negara dengan potensi pasar besar, berlangsung sangat sederhana.
Tidak tampak pejabat penting pemerintah di bidang penerbangan yang hadir, bahkan tidak ada pejabat sekelas Direktur Jenderal yang kelihatan. Mungkin saja masih banyak masalah ganti rugi, asuransi, dan lain-lain berkait dengan kecelakaan B-737 MAX 8 yang terdengar masih belum selesai dengan tuntas. Sebuah hot isu yang mengandung banyak hal yang kontroversial.
Harapan ke depan, tentu saja dengan dibukanya secara resmi kantor cabang perwakilan Boeing di Indonesia, semua masalah yang masih belum selesai dapat segera tuntas dikerjakan bersama.
Yang harus diingat adalah Indonesia yang letaknya sangat strategis, berbentuk kepulauan, dan berpenduduk banyak tidak diragukan lagi memiliki potensi sangat besar bagi produk transportasi udara yang modern dan terus berkembang teknologinya.




