Loading...
Loading…
Merajut Impian Bersama, Kekasihku Tiba-tiba Pergi

Merajut Impian Bersama, Kekasihku Tiba-tiba Pergi

Powered by BuddyKu
Teknologi | Genpi | Sabtu, 01 Oktober 2022 - 18:53

GenPI.co - Perkenalkan namaku Ezy Saputra. Kini, usiaku 26 tahun dan berprofesi sebagai pekerja salah satu pabrik di Karawang, Jawa Barat.

Kisah cintaku bermula saat aku duduk di bangku SMP. Saat itu, aku jatuh cinta kepada seorang perempuan bernama Delia Azzahra.

Setelah melakukan pendekatan, aku akhirnya menjalin hubungan dengannya.

Kami selalu menjalani hari dengan bahagia dan saling mendukung satu sama lain dalam akademik maupun di luar hal tersebut.

Kami juga tak pernah terlibat problem yang besar dalam menjalin hubungan.

Setelah 8 tahun berpacaran, kami mulai membicarakan hal yang serius.

Saat itu, aku baru saja diterima di salah satu pabrik ternama di kawasan Karawang seusai lulus kuliah.

Sementara itu, Delia juga mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan besar di Jakarta.

Kami pun mulai mencari perumahan bersama di daerah Cikarang. Akan tetapi, setelah itu, Delia tiba-tiba memutuskan diriku begitu saja.

Dia menganggap diriku sudah tak peduli dan tak ada waktu lagi untuknya.

Memang harus diakui aku benar-benar sibuk pada saat itu. Akan tetapi, kesibukan tersebut aku lakukan demi masa depan kami berdua.

"Zy, aku sepertinya sudah tak bisa lagi bersama kamu. Aku berpikir hubungan kita makin hari makin jauh. Kamu juga sudah jarang menemui aku secara langsung," ucap Delia.

"Del, aku tahu semua ini butuh waktu. Aku berharap kamu mengerti pekerjaanku. Aku harap kamu mau mempertimbangkan keputusan itu kembali. Jujur, aku masih sayang kamu," jawabku.

Delia kemudian langsung terdiam dan mengatakan bahwa dirinya akan mempertimbangkan hal itu kembali.

Namun, dia menyatakan kalau kami sudah tak ada hubungan yang begitu serius seperti dahulu atau dengan kata lain dia menggantungkanku.

Meski demikian, aku tetap akan mewujudkan impian kami berdua untuk memiliki rumah demi masa depan.

Setelah 3 bulan tak saling mengabari, aku dikejutkan dengan unggahannya di Instagram.

Della mengunggah foto bersama seorang pria. Dalam foto tersebut, Delia memeluk cowok itu dengan erat.

Seketika aku langsung menanyakan kepadanya tentang cowok itu.

Aku makin terpuruk ketika dia menjawab bahwa cowok tersebut merupakan kekasihnya yang baru.

Jujur saja, setelah pernyataan itu aku benar-benar menutup pintu untuk Delia. Namun, aku tetap berusaha mewujudkan impian kami bersama untuk memiliki rumah.

Dua tahun berselang setelah kejadian yang menyakitkan itu, aku akhirnya memiliki rumah dari hasil jerih payahku.

Aku terus belajar untuk move on dari kenyataan pahit yang dialami bahwa Delia tak ada di sampingku saat impian kami telah terwujud.

Setahun setelahnya, aku mendengar kabar bahwa Delia akan segera menikah dengan kekasihnya tersebut.

Aku yang saat itu sudah hampir sembuh sepenuhnya dari luka tiba-tiba saja kembali merana, bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Aku tak menyangka perempuan yang paling kusayangi memilih cowok lain untuk menjadi suaminya.

Jujur saja, aku tak dapat menerima kenyataan itu pada awalnya. Namun, seminggu sebelum pernikahan Delia, temanku mengatakan aku harus merelakan seseorang supaya dia tetap bahagia.

Aku mencoba memahami perkataan temanku itu meski begitu sulit.

Saat pernikahan Delia, aku memberanikan diri untuk datang hanya untuk melihat dia kembali.

"Del, selamat, ya, atas pernikahan kamu," ucapku kepada Delia di atas pelaminan.

"Bro, tolong jaga, ya," ujarku kepada suaminya.

Delia tentu saja tampak kaget melihatku hadir di pernikahannya. Meski tak menjawab perkataanku, aku melihat dia tersenyum sambil menatapku.

Setelah itu, aku langsung menyadari bahwa mengikhlaskan seseorang yang kucintai bahagia akan membuat diriku bahagia juga. Aku tentu mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.

Kini, aku menjalani hidup dengan penuh keikhlasan dan siap menyongsong lembaran baru. (*)

Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?

Original Source

Topik Menarik

{