Review 'DC League of Super-Pets': Tak Ada Justice League, Hewan Peliharaannya Pun Jadi
Setelah merilis film \'The Batman\' yang super gelap dan penuh kesadisan, Warner Bros dan DC merilis film animasi yang riang dan penuh canda tawa \'DC League of Super-Pets\'.
Film ini disutrdarai oleh Jared Stern yang naskahnya juga ditulis olehnya bersama John Whittington. Jared Stern dikenal pernah menggarap film komedi romantis \'Happy Anniversary (2018) dan menulis naskah \'The Lego Batman Movie\' (2017).
Sementara di jajaran pengisi suara, beberapa aktor ternama turut menjadi voice over yang disukai pemirsa. Sebut saja Dwayne Johnson, Kevin Hart, Keanu Reeves, John Krasinki, Kate McKinnon, Vanessa Bayer, dan beberapa nama lainnya.
Alur Cerita DC League of Super-Pets
Ceritanya berawal dari Krypto yang menjadi teman setia Superman sejak keduanya selamat dari kehancuran planet Krypton dan memiliki kemampuan super.
Suatu saat, Krypto merasa pemiliknya semakin jauh darinya karena dekat dengan Lois Lane (Olivia Wilde), wartawan yang merupakan idaman hati Superman. Krypto kesal dan menjauhkan diri dari Superman.
Lalu muncul seekor marmot jahat bernama Lulu (Kate McKinnon) yang awalnya salah satu hewan pencobaan Lex Luthor (Marc Maron), musuh bebuyutan Superman.
Ia mendapat kekuatan super dari keping batu kryptonite oren dan menyerang Superman, serta para anggota Justice League lainnya.
Namun, Krypto gagal menyelamatkan Superman karena ketidaksengajaan yang membuatnya kehilangan kekuatan. Untungnya, Krypto bertemu sekelompok hewan peliharaan dari penangkaran yang tak sengaja memiliki kekuatan super.
Mereka adalah PB (Vanessa Bayer), babi yang mengidolakan Wonder Woman, Merton (Natasha Lyonne), seekor kura-kura tua yang nyentrik, dan Chip (Diego Luna) si tupai penakut.
Tak hanya itu, aksi mereka juga semakin ramai dengan kehadiran anjing tipe German Shepherd bernama Ace (Kevin Hart), yang kelak akan dikenal sebagai Bathound, hewan peliharaan Batman.
Bersama-sama teman-teman barunya, Krypto membentuk tim alias League of Super Pets untuk mengalahkan Lulu dan menyelamatkan para superhero.
Review DC League of Super-Pets
Sebagai film animasi, film ini tentunya dibuat untuk menghibur. Apalagi temanya hewan peliharaan yang memiliki kekuatan super sehingga memanjakan anak-anak atau pun orang dewasa.
Bedanya, anak-anak akan hanya fokus dengan para hewan super dengan kekuatan dan adegan yang membuat geli. Sementara orang dewasa akan fokus dengan jalan cerita dan sosok Justice League yang sedikit lengkap dan menghibur setelah tak ada lagi kelanjutan dari proyeknya di DCEU.
Premisnya cukup sederhana tentang para hewan yang merasa memiliki majikan mereka untuk selamanya. Beberapa kisahnya seolah mengangkat tentang prasangka.
Di sisi para jagoan ada Krypto yang merasa sebagai hewan peliharaan yang tak tergantikan atau Ace seekor anjing yang tak percaya lagi dengan manusia karena dianggap jahat padahal ingin menolong. Di sisi lain ada Lulu, hewan yang merasa dirinya hewan peliharaan padahal cuma kelinci percobaan.
Semua masalah personal itulah yang akhirnya mengundang konflik cerita di dalamnya. Solusinya tentu tak bisa dilakukan sendirian. Namun untuk menemukan solusi itu, mereka harus melihat lebih dalam ke diri mereka.
Secara cerita semuanya berjalan mulus, hanya saja ada beberapa dialog atau percakapan yang mungkin sulit untuk dipahami.
Rating: 7,5/10
