Loading...
Loading…
Menguji Fitur Anti Tabrakan Pre-Callision Warning dan Braking pada Veloz

Menguji Fitur Anti Tabrakan Pre-Callision Warning dan Braking pada Veloz

Powered by BuddyKu
Teknologi | Inews | Rabu, 29 Juni 2022 - 15:49

JAKARTA, iNews.id Berkendara di jalanan kota yang padat dan macet terutama di jam-jam sibuk sangat melelahkan. Terlebih, bagi Anda yang seharian beraktivitas kerja, rasa capek membuat konsentrasi pengendara terganggu.

Kasus yang sering terjadi terutama pada kendaraan transmisi otomatis, mobil tiba-tiba nyelonong karena pengendara lupa tidak menempatkan tuas transmisi pada posisi netral (N) dan brake, atau tanpa sadar menginjak gas. Tak jarang kejadian ini membuat mobil tanpa disengaja menabrak kendaraan lain di depan.

Sebab itu, produsen otomotif berlomba menghadirkan fitur keamanan modern untuk keamanan berkendara. Seperti yang dilakukan Toyota dengan menyematkan teknologi active safety features Toyota Safety Sense (TSS) pada sejumlah model kendaraannya.

Salah satu fitur yang disematkan pada TSS dalam mencegah tabrakan adalah Pre-Collision Warning dan Pres-Collision Braking. Di mana fitur ini telah diadopsi model kendaraan low MPV Toyota Veloz.

Fitur ini berfungsi untuk mencegah tabrakan akibat mobil melaju di luar kontrol pengemudi atau tanpa sengaja menginjak gas saat jalan macet. Mobil akan membaca pengemudi dalam kondisi tidak siap atau tidak konsentrasi, sehingga mobil akan mengerem sendiri secara otomatis sebelum menabrak kendaraan lain di depan, ujar Head of Public Relation PT Toyota-Astra Motor (TAM), Dimas Azka di Jakarta, Selasa (26/6/2022).

Baca Juga :
All New Veloz Raih Rating Bintang 5 dari ASEAN NCAP

Untuk menguji fitur ini, jurnalis berkesempatan menjajal teknologi Pre-Callision Warning dan Pre-Callision Braking pada Toyota Veloz dengan simulasi kendaraan di depan sedang berhenti. Saat kendaraan melaju tanpa ada upaya pengereman, sensor pada mobil membaca bahaya kendaraan di depan, dan mengirim informasi ke sistem sehingga mobil melakukan pengereman sendiri.

Dalam kegiatan Media Experience Safe Jakarta ini, jurnalis berkesempatan mengeksplor cara kerja TSS di jalanan pada lalu lintas dan cruising di jalan bebas hambatan.

TSS mendukung kewaspadaan pengemudi untuk membantu mengambil keputusan yang tepat, dan mengoperasikan kendaraan pada rentang kecepatan luas dengan fokus pada tiga hal, yaitu mencegah atau mengurangi dampak tabrakan dari depan, menjaga pengemudi tetap berada di lajurnya, dan meningkatkan keselamatan selama mengemudi.

Beberapa fitur TSS lainnya, yaitu Lane Departure Warning dan Lane Departure Prevention. Fitur ini akan aktif saat kendaraan melaju di atas kecepatan 60 km/jam. Fitur Lane Departure Warning memberikan alarm peringatan kepada pengemudi ketika berpindah lajur secara tidak sengaja.

Baca Juga :
Inovasi WISE Hadir di Wuling Almaz RS

Sementara fitur Lane Departure Prevention membantu memberikan koreksi ringan terhadap kemudi jika pengemudi belum juga mengubah arah setelah warning diberikan sistem. Fitur ini membantu menjaga kewaspadaan pengemudi.

Fitur lainnya yang diuji adalah Pedal Missoperation Control yang membantu mengurangi potensi kecelakaan akibat salah menginjak pedal gas. Fitur tersebut beroperasi ketika pedal gas diinjak dalam-dalam, padahal tidak ada kebutuhan untuk itu, dengan cara mengurangi distribusi tenaga mesin sehingga mobil tetap dapat dikendalikan dengan aman.

Ada juga fitur Front Departure Alert. Fitur ini bekerja dengan memberikan peringatan yang dapat didengar ketika mobil di depan telah bergerak menjauh seperti pada saat beranjak dari lampu merah.

Diketahui, Toyota juga menyematkan fitur T Intouch. Yaitu, teknologi berbasis telematika yang mengoneksikan sistem pada mobil dengan aplikasi mToyota. Teknologi ini untuk mengakses ekosistem yang menjawab dan memudahkan kebutuhan mobilitas sehari-hari pengguna kendaraan.

Original Source

Topik Menarik