Loading...
Loading…
Zulhas Bandingkan Harga Bahan Pokok dengan Singapura, Perindo: Tidak Apple to Apple

Zulhas Bandingkan Harga Bahan Pokok dengan Singapura, Perindo: Tidak Apple to Apple

Powered by BuddyKu
Teknologi | Sindonews | Minggu, 26 Juni 2022 - 10:43

JAKARTA Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/6/2022). Saat blusukan, Zulhas sempat berdialog dengan sejumlah pedagang bahan pokok.

Dia meminta masyarakat memaklumi kenaikan harga pangan itu dengan membanding-bandingkan sejumlah harga bahan pokok di Indonesia dengan Singapura. Salah satunya beras. Menurut Zulhas, harga beras premium di Indonesia yang berada di kisaran Rp12 ribu jauh lebih murah ketimbang Singapura yang di kisaran Rp32 ribu.

Juru Bicara Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Yusuf Lakaseng merespons pernyaataan Zulhas tersebut dengan mengatakan bahwa perbandingan tersebut tidak apple to apple . Pernyataan tersebut dianggap justru bertolak belakang dengan apa yang menjadi tugasnya.

Zulhas, kata Yusuf, ditunjuk menjadi muntuk merapikan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi beberapa waktu belakangan. Sebaiknya, Zulhas fokus mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami mengkhawatirkan tujuan Presiden melakukan reshuffle kabinet untuk perbaikan kinerja menjadi tidak tercapai, pergantian Menteri Perdagangan itu untuk memenuhi tuntutan rakyat agar pemerintah mampu menstabilkan harga bahan pokok seperti cabai, bawang, beras, telur, daging, dan ayam yang terus naik," kata Yusuf kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (26/6/2022).

Baca Juga :
Masyarakat Diminta Maklumi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Jubir Perindo: Tidak Apple to Apple

Yusuf melanjutkan, perbandingan tersebut tidak apple to apple jika dilihat dengan pendapatan rakyat kedua negara tersebut.

"Padahal itu perbandingan yang tidak apple to apple, pendapatan per kapita rakyat Singapura jauh di atas Indonesia, yaitu 13 kali lipat, di Singapura pendapatan per kapitanya per tahun US$48.595 sementara di Indonesia hanya US$3.452," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tercapainya menstabilkan harga bahan pokok diperlukan inovasi baru dalam penyelesaiannya.

"Pak Zulkfli Hasan walaupun menteri baru tapi masih mempraktikkan kebijkan lama tanpa ada inovasi dan perubahan sama sekali," pungkasnya.

(muh)

Original Source

Topik Menarik

{