Loading...
Loading…
Rugi Ratusan Triliun, SoftBank Bakal Pangkas 75% Investasi di Startup

Rugi Ratusan Triliun, SoftBank Bakal Pangkas 75% Investasi di Startup

Teknologi | katadata.co.id | Minggu, 15 Mei 2022 - 11:46

Raksasa konglomerat asal Jepang, SoftBank, disebut akan mengurangi porsi investasinya di perusahaan rintisan (startup ) sekitar 50% sampai dengan 75% hingga Maret tahun depan.

Chief Executive Softbank, Masayoshi Son mengatakan, kebijakan itu dilakukan karena pendanaan modal ventura yang melambat cukup tajam di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

"Saya akan mengatakan dibandingkan tahun lalu, jumlah investasi baru akan menjadi setengah atau bisa hanya seperempatnya," kata Son, seperti dikutip dari Protocol, Minggu (15/5).

Pada kuartal pertama tahun ini, SoftBank diprediksi kehilangan sekitar US$ 26 miliar atau setara Rp 371,80 triliun di unit bisnis investasi milik perusahaan, yaitu Vision Fund. Kerugian ini lebih dalam dari proyeksi sebelumnya senilai US$ 18,6 miliar atau sekitar Rp 271 triliun dan lebih besar dari kuartal kedua tahun lalu di angka US$ 18,3 miliar menurut analis di Redex Research Kirk Boodry.

Financial Times menuliskan, setelah Softbank mengumumkan hasil kuartal terakhirnya, perusahaan akan lebih menerapkan strategi yang konservatif saat ini.

Saat ini, pasar dilanda kekhawatiran dengan penurunan kinerja saham utama di Amerika Serikat seperti indeks Dow Jones yang mengalami penurunan terbesar sejak tahun 2020 pada pekan ini. Sementara pasar crypto juga turun 10%.

Baca Juga :
WeWork Gagal IPO, Tanda Perusahaan Berbasis Internet Ditinggal Pemodal?

Ini tidak normal. Investor, pasar mulai khawatir, kata Boodry dikutip dari Bloomberg , Rabu (11/5). Ketika berbicara tentang skala atau potensi kerugian, pasar tampaknya secara umum membuat lebih banyak penurunan.

Vision Fund kehilangan uang pada 32 dari 34 portofolio yang sudah IPO selama kuartal terakhir, menurut analis Nomura Securities Co Daisaku Masuno. Itu termasuk Coupang Korea Selatan (US$ 5,4 miliar), Grab Holdings Ltd. Singapura (US$ 2,4 miliar), Didi China (US$ 2,4 miliar), Paytm India (US$ 1,3 miliar) dan DoorDash Inc. AS (US$ 1,1 miliar).

Kerugian yang belum direalisasi dalam portofolio publik berada di kisaran US$ 37 miliar hingga US$ 38 miliar untuk tahun fiskal 2021, menurut Boodry. Secara keseluruhan, perusahaan portofolio publik Vision Fund turun lebih dari 50% dari level tertinggi sepanjang masa.

Kedua Vision Funds milik SoftBank terpukul keras oleh jatuhnya valuasi perusahaan teknologi saat suku bunga global naik. Di Amerika, harga saham unicorn di Silicon Valley pun anjlok dan bahkan beberapa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Baca Juga :
Saham Alibaba Anjlok, SoftBank Rugi Rp300 Triliun

Selain itu, penurunan harga saham perusahaan teknologi di Silicon Valley anjlok setelah bank sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps). Investor beralih ke saham atau investasi lain karena kinerja beberapa unicorn di wilayah ini dinilai buruk.

Original Source

Topik Menarik

{