Loading...
Loading…
Elon Musk Tunda Beli Twitter, Alasannya?

Elon Musk Tunda Beli Twitter, Alasannya?

Teknologi | technologue.id | Minggu, 15 Mei 2022 - 09:24

Technologue.id , Jakarta Elon Musk, CEO Tesla, lagi-lagi bikin heboh. Kali ini ia baru saja umumkan bahwa proses pembelian Twitter ditunda, karena masalah banyaknya akun palsu di Twitter.

Deal Twitter untuk sementara ditangguhkan, (ada) detail tertunda untuk perhitungan bahwa akun spam /palsu memang mewakili kurang dari 5% pengguna, tulis Elon dalam cuitannya.

Elon Musk sebelumnya sudah setuju buat beli Twitter seharga US$ 44 miliar (sekitar Rp643,8 triliun). Cuitan Elon Musk itu bikin saham Twitter turun lebih dari 20%. Dalam cuitannya, ia mengaitkan dengan laporan Reuters pada 2 Mei 2022 tentang masalah spam dan akun palsu di Twitter.

Still committed to acquisition Elon Musk (@elonmusk) May 13, 2022

Twitter dalam laporan keuangan kuartal 1 mengatakan akun palsu atau spam adalah kurang dari 5% total pengguna aktif pada 3 bulan pertama 2022. Twitter mengklaim bahwa angka sampel mereka masuk akal. Namun, data ini tidak diverifikasi secara independen dan mungkin lebih tinggi jumlahnya.

Twitter memang punya masalah spam selama bertahun-tahun. Twitter juga mengakui bahwa kurangi akun palsu dan jahat adalah penting agar Twitter terus tumbuh. Tidak jelas apakah Elon Musk meminta penundaan disebabkan karena data Twitter terbaru ini atau karena hal lain. Namun, Elon Musk menegaskan tetap berkomitmen buat beli Twitter.

Baca Juga :
Viral Elon Musk Cicipi Permen Kopiko, Saham Mayora Langsung Melejit: Siap Siap Dibeli Nih

Sebelumnya, Twitter merombak manajemennya dan dua manajer tergusur. Sebelumnya lagi, Elon Musk juga sering bicara soal akun bot yang promosikan konten spam dan Twitter yang dinilai terlalu cepat hapus postingan yang dinilai melanggar aturan.

Ditambah pada hari Selasa lalu, Musk jadi perbincangan karena mengatakan bakal izinkan mantan Presiden Donald Trump buat kembali ke Twitter setelah proses pembelian Twitter selesai. Akun Trump sendiri dihapus secara permanen setelah pengikutnya menyerang US Capitol pada 6 Januari 2021 lalu.

Original Source

Topik Menarik