Elon Musk Dikecam Warganet Cina karena Satelitnya Hampir Bertabrakan

Teknologi | katadata.co.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 12:26
Elon Musk Dikecam Warganet Cina karena Satelitnya Hampir Bertabrakan

CEO SpaceX Elon Musk dikecam di media sosial oleh warganet mengklaim berasal dari Cina. Ini karena pemerintah Tiongkok mengeluh bahwa stasiun luar angkasa terpaksa mengambil tindakan mengelak untuk menghindari tabrakan dengan satelit buatan perusahaan Amerika Serikat (AS) itu.

Perusahaan antariksa Space X meluncurkan satelit Starlink Musk, melalui anak usaha yakni Starlink Internet Services.

Peluncuran ini memiliki dua pertemuan dekat dengan stasiun luar angkasa Cina yakni pada 1 Juli dan 21 Oktober, demikian isi dokumen yang diserahkan oleh Cina ke bagian ruang angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) awal Desember, dikutip dari CNBC Internasional , Selasa (28/12).

Untuk alasan keamanan, Stasiun Luar Angkasa Cina menerapkan kontrol pencegahan tabrakan, kata Cina dalam dokumen yang diterbitkan di situs web Kantor Urusan Luar Angkasa PBB.

Namun, keluhan tersebut belum diverifikasi secara independen.

CEO Tesla Elon Musk mengunggah cuitan di Twitter, bahwa beberapa orbit satelit Starlink telah disesuaikan untuk mengurangi kemungkinan tabrakan.

Sedangkan Cina mulai membangun stasiun luar angkasa pada April dengan meluncurkan Tianhe. Ini ditarget selesai akhir 2022.

Dalam unggahan di platform microblog Weibo seperti Twitter di Cina, pengguna mengatakan bahwa satelit Starlink adalah tumpukan sampah luar angkasa. Sedangkan yang lain menggambarkannya sebagai senjata perang ruang angkasa Amerika.

SpaceX meluncurkan hampir 1.900 satelit untuk melayani jaringan broadband Starlink. "Risiko Starlink secara bertahap terungkap, seluruh umat manusia akan membayar untuk aktivitas bisnis mereka," kata seorang pengguna dengan nama Chen Haiying di Weibo.

Di Indonesia, SpaceX dikabarkan tengah berdiskusi dengan Telkom terkait kerja sama melalui Starlink. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana mengambil peluang dari kehadiran SpaceX di pasar Nusantara.

Artikel Asli