6 Tren Keamanan Siber di 2021, Bahaya Phising, Malware, dan Ransomeware

Teknologi | sindonews | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 07:35
6 Tren Keamanan Siber di 2021, Bahaya Phising, Malware, dan Ransomeware

JAKARTA - Kejahatan siber selama 2021 ibarat mesin yang diberi pelumas dengan baik: sangat berbahaya. Sebab, selain para penyerang lebih terfokus dan lebih agresif, mereka juga menggunakan AI, cloud, dan machine learning.

Tak Hanya Covid-19, Serangan Siber Juga Jadi Pandemi di 2021

Hal tersebut terungkap dalam laporan Acronis Cyberthreats Report 2022. VP Penelitian Perlindungan Cyber Acronis Candid Wuest memaparkan tren keamanan siber yang terjadi selama 2021 sebagai berikut:

1. Malware Dirikim Lewat Email

94% malware dikirim lewat email menggunakan teknik rekayasa sosial untuk mengelabui pengguna agar membuka lampiran atau tautan berbahaya. Phishing telah menduduki posisi pelanggaran tertinggi bahkan sebelum pandemi.

2. Phising Paling Sering

Pelanggaran phising terus berkembang pesat. Tahun ini Acronis melaporkan 23% lebih banyak pemblokiran email phishing dan 40% lebih banyak email malware di Q3, dibanding Q2.

3. Messenger Jadi Sasaran

Pelaku phishing mengembangkan trik baru dan beralih ke messenger untuk pekerjaan, mulai Slack hingga Teams. Penargetan OAuth dan alat autentikasi multifaktor (MFA) saat ini menjadi trik baru yang memungkinkan penjahat mengambil alih akun.

4. Ransomeware Paling Berbahaya

Ransomeware paling berbahaya bagi UMKM maupun perusahaan besar. Apalagi sektor publik, perawatan kesehatan, manufaktur, dan organisasi penting lainnya. Ransomware jadi salah satu serangan cyber yang paling menguntungkan bagi rampok digital. Acronis memperkirakan kerusakan akibat ransomware akan melebihi USD20 miliar sebelum akhir 2021.

5. Hati-Hati dengan Kripto

Mata uang kripto adalah salah satu sasaran favorit penyerang. Infostealer dan malware yang menukar alamat dompet digital menjadi tren. "Kami memprediksi adanya serangan di aplikasi-aplikasi mata uang kripto," ujar Candid Wuest.

6. Serangan di Aplikasi Web 3.0

Acronis menyebut serangan terhadap aplikasi Web 3.0 lebih sering terjadi dan serangan baru yang semakin canggih seperti serangan pinjaman kilat akan memungkinkan penyerang menguras jutaan dolar dari kumpulan mata uang kripto.

Artikel Asli