Lewat Iming-Iming Diamond Free Fire, Begini Kronologi Pelecehan 11 Anak

Teknologi | upstation.asia | Published at Kamis, 02 Desember 2021 - 18:25
Lewat Iming-Iming Diamond Free Fire, Begini Kronologi Pelecehan 11 Anak

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri baru saja menguak kasus pelecehan seksual terhadap 11 anak di bawah umur melalui modus iming-iming diamond game Free Fire. Terungkap pelaku berinisial S berusia 21 tahun, telah mengumpulkan video para korban sebagai koleksi pribadi yang menurut pangakuannya hanya untuk memuaskan hasrat seksualnya.

Awalnya kasus ini diketahui melalui laporan masyarakat kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), di mana salah satu dari orang tua korban yang berada di Papua, melaporkan adanya konten pornografi di aplikasi pesan WhatsApp mengenai percakapan asusila yang dilakukan pelaku S.

Laporan mengatakan, sebanyak 11 pemain Free Fire (FF) ini masih berusia 9 sampai 17 tahun, mereka mengaku berkenalan dengan tersangka pertama kali melalui game FF dan menjanjikan akan memberikan 500 hingga 600 diamond.

Saat mulai tertarik, barulah mereka bertukar nomor WhatsApp hingga akhirnya pelaku Smeminta bahkan mengancam jika tidak memberikan video tak senonoh pribadinya. Sementara, korban 11 anak perempuan ini tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Lewat Imingan Diamond Free Fire, Begini Kronologi Pelecehan 11 Anak

Kepada UP Station hari ini (02/11), Komisioner KPAI Retno Listyarti , mengatakan, Disinilah anak sangat perlu didampingi orang tua dalam melakukan komunikasi dengan orang asing di dunia maya. Anak-anak harus dibekali pengetahuan ketika menggunakan internet, seperti penggunaan media sosial hingga aplikasi game online, ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Dalam menangani kasus pelecehan ini, kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal, Kombes Reinhard Hutagaol mengatakan, Pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sekitar jam 19.40 WITA, di mana penyidik berhasil menangkap tersangka S.

Dikabarkan pelaku S dijerat Pasal 82 Jo Pasal 76 E UU Perlindungan Anak dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (1); dan/atau Pasal 37 UU Pornografi; dan/atau Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 6 miliar.

Tengah mendalami kasus ini, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi mengatakan, Kementerian Kominfo juga terus mengajak seluruh masyarakat, orang tua/wali, guru, dan pendamping untuk terus mendampingi putra/putrinya dalam menggunakan game ,

Selain itu, disinilah pentingnya mengedukasi dan membiasakan anak untuk berani berbicara atau Speak up . Melalui pelecehan Free Fire ini, bukan berarti menyalahkan perempuan, tetapi kita sebagai perempuan memang harus lebih berhati-hati untuk mengevaluasi diri apalagi sampai memenuhi ajakan orang yang baru kita kenal.

Jadi untuk kalian para masa depan gamers Tanah Air terutama perempuan, kalian harus tetap waspada dan aware dengan keadaan ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungiUniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTubeUniPin Gaminguntuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Artikel Asli