Film Dokumenter Bara “The Flame” Rilis di Indonesia, Ini Reviewnya!

Teknologi | okeguys.com | Published at Selasa, 30 November 2021 - 05:50
Film Dokumenter Bara “The Flame” Rilis di Indonesia, Ini Reviewnya!

OKEGUYS Film dokumenter Bara The Flame mulai rilis di Indonesia hari ini (29/21) dan banyak menampilkan issue-issue deforestasi yang terjadi di Indonesia.

Yap, film dokumenter memang memiliki penggemarnya sendiri di kalangan movie geek Indonesia.

Hal itulah yang menjadi inspirasi bagi Arfan Sabran, selaku sutradara yang sering menggarap film dokumenter, untuk merilis film terbarunya yang berjudul Bara The Flame.

Berbeda dari film-film sebelumnya, Bara akan memfokuskan pada kasus tentang perusakan hutan besar-besaran yang terjadi di Kalimantan.

Review Film Dokumenter Bara The Flame yang Baru Rilis di Indonesia

Pada awal film, kamu akan diperkenalkan dengan kakek berumur 77 tahun yang bernama Iber Djamal.

Ia adalah penduduk asli Kalimantan yang menggunakan sisa hidupnya untuk mempertahankan hutan adat di tempat tinggalnya dari ancaman pengusaha yang ingin merampasnya.

Hutan tersebut terletak di Desa Pilang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hutan ini memang sudah lama menjadi sasaran empuk bagi para penguasa untuk dimusnahkan dan dijadikan lahan lain yang lebih menguntungkan pihaknya.

Film Bara The Flame Rilis
Photo: IMDb

Iber Djamal yang sadar dengan issue ini pun perlahan mengusahakan agar hutan terakhir yang ada di Kalimantan Tengah ini tidak jatuh ke tangan yang salah.

Usahanya memang kerap kali menemukan hambatan-hambatan yang membuat Iber terkadang lelah dan hampir menyerah. Namun, niatnya untuk mempertahankan hutan adat tidak pernah luntur.

Ia beberapa kali juga mengunjungi pemerintah setempat, untuk menanyakan perkembangan upaya yang selama ini ia usahakan.

Ada yang mendapatkan jawaban yang memuaskan, ada pula yang hanya mendapatkan jawaban yang kurang mengenakan.

Hingga pada suatu hari, ia mendapatkan respon yang positif dari pemerintah yang mengatakan jika usahanya selama ini sudah di tanda tangani oleh Menteri.

Iber dan warga desa Pilang akhirnya menyambut kabar gembira ini. Namun, selang lima bulan, hutan adatnya pun tetap dibabat habis oleh para penguasa dan Iber kalah di pengadilan.

Film Bara The Flame Rilis
Photo: OKEGUYS/Bagas Aulia Ananto

Berdasarkan sesi tanya jawab pada (29/21), alasan utama mengapa sang sutradara, yaitu Arfan Sabran dalam membuat filmnya ini adalah untuk meningkatkan awareness kepada para masyarakat Indonesia terhadap hutan di Kalimantan yang saat ini menjadi sasaran bagi para penguasa untuk dialih fungsikan.

Ia juga berharap, jika generasi muda dapat belajar dari perjuangan kakek Iber yang patut untuk diacungi jempol, dalam mempertahankan hutan adat di desanya.

Tak ketinggalan, Dian Sastrowardoyo yang juga hadir dalam pemutaran film perdana Bara The Flame di XXI Plaza Indonesia, mengajak seluruh warga Indonesia agar dapat lebih peduli lagi dengan keadaan hutan di Indonesia.

Artikel Asli