RI Susul AS, Cina, Korsel ke Dunia Virtual, Bagaimana Perkembangannya?

Teknologi | katadata.co.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 14:55
RI Susul AS, Cina, Korsel ke Dunia Virtual, Bagaimana Perkembangannya?

Perusahaan di Amerika Serikat (AS), Cina, dan Korea Selatan beralih ke metaverse atau dunia virtual. Indonesia juga mulai merambah teknologi ini.

WIR Group, perusahaan teknologi augmented reality (AR) asal Indonesia, masuk daftar MetaverseCompanies to Watch in 2022 versi majalah bisnis internasional Forbes GE. Daftar ini termasuk Apple, Microsoft, dan Facebook yang baru berganti nama menjadi Meta.

Pada laman Forbes, WIR menghadirkan pengalaman metaverse kepada konsumen bahkan sebelum dunia virtual itu sendiri sepenuhnya terbentuk. Perusahaan yang berdiri pada 2009 ini disebut menjadi perusahaan solusi dan eksekusi AR dan virtual reality (VR) terkemuka di Asia Tenggara.

Perusahaan dinilai sudah memastikan bahwa solusi mereka sangat relevan dan dapat diterapkan untuk pengguna saat ini. Ini sebagai cara untuk mulai mengedukasi potensi teknologi sedini mungkin, menyelesaikan berbagai proyek realitas campuran di lebih dari 20 negara termasuk Online to Offline (O2O) platform , demikian dikutip dari Forbes, Kamis (11/11).

WIR merupakan singkatan dari We Indonesians Rock, Rise and Rule. Perusahaan ini memproduksi programming dan inovasi teknologi AR ke lebih dari 20 negara. Itu dengan bimbingan dari Kementerian Kominfo serta kemitraan dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Perusahaan memiliki lima paten global terkait AR dan terdaftar di nasional maupun PCT yang mencakup 153 negara. WIR diminta berpartisipasi oleh Kementerian Investasi untuk mewakili Indonesia di ajang dunia, antara lain di side event World Economic Forum di Davos 2019 dan 2020.

"Kami bangga bahwa WIR sebagai perusahaan Indonesia mendapatkan pengakuan internasional ini. Kami juga terus berkoordinasi dengan mereka untuk saling memutakhirkan perihal perkembangan dari sisi inovasi dan tentunya regulasi, ujar Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam siaran pers, Kamis (11/11).

Film Ready Player One (Netflix)

Perkembangan Dunia Virtual di Indonesia

Selain WIR, ada beberapa startup yang mengembangkan layanan virtual. Perusahaan rintisan direct to consumer (DTC) di bidang busana ( fashion ), Kasual berencana menggunakan teknologi augmented reality (AR) untuk membuat pengukuran tubuh secara 3D atau tiga dimensi.

Rencana itu dikembangkan setelah Kasual meraih pendanaan tahap awal ( seed funding ) yang dipimpin oleh East Ventures pekan ini. Saat ini pelanggan belum memiliki platform yang dapat diandalkan untuk mendapatkan produk fashion yang dipersonalisasi secara instan, kataCo-Founder sekaligus CEOKasual Alam Akbar dalam siaran pers, Rabu (9/11).

Solusi pengukuran tubuh berbasis teknologi 3D akan diperkenalkan dalam acara tahunan Kasual,Custom Week 2021 pada 17-19 Desember di Jakarta. Pengunjung dapat melakukan pesanan busana kustomisasi secara instan dan akurat menggunakan pemindai tubuh elektronik.

Kasual menawarkan solusi manufaktur dalam aplikasi bagi pelanggan untuk memesan celana pria yang bisa dipersonalisasi, atau disebut Build Your Own Product(BYOP). Pelanggan dapat memilih jenis potongan dan ukuran yang disesuaikan dengan preferensi mereka.

Platform Kasual juga memungkinkan virtual fitting , sehingga pelanggan dapat berkonsultasi langsung dengan timahli melalui panggilan video ( video call ) terkait pengukuran,fittingyang dipersonalisasi, dan rekomendasi produk.

Co-Founder sekaligus CEO Kasual Alam Akbar (East Ventures)

Perusahaan e-commerce , JD.ID membuka toko virtual tanpa kasir yang disebut JD X-Mart di Jakarta pada 2018. Induknya yakni JD.Com lebih dulu mengembangkan gerai digital di Cina.

Pada tahun yang sama, JD.ID membuat supermarket virtual bernama JD.ID Virtual. Alat seperti vending machine pun diletakan di Stasiun Sudirman, Stasiun Sudimara, Stasiun Juanda, Stasiun Gondangdia, Stasiun Cikini, Stasiun Tebet, Stasiun Pasar Minggu, dan Stasiun Depok Baru.

Kemudian JD.ID mengembangkan JD.ID Virtual Market di ruang kerja bersama atau co-working space vOffice pada 2019. Tahun ini, perusahaan e-commerce itu membangun toko yang berfokus pada produk gaya hidup ( lifestyle ) dan diberi nama YOJI.

Jokowi Terapkan Teknologi Virtual

Jokowi Terapkan Teknologi Virtual

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah mengimplementasikan teknologi hologram saat kampanye Pemilu 2019. Saat itu, Jokowi menggunakan tujuh set truk berisi perangkat untuk menampilkan layar hologram.

Salah satu peranti yang dipakai yakni reflektor berukuran besar. Alhasil, sosok 'Jokowi' bisa hadir di seluruh desa yang menjadi cakupan kampanye hanya menggunakan truk dan sejumlah peralatan hologram.

"Hologram bakal jadi salah satu aplikasi penting pada 2024. Saya sudah buktikan sendiri," kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara, pada 2019 (21/8/2019).

Saat itu, Rudiantara menyampaikan bahwa penerapan teknologi hologram bisa maksimal jika didukung jaringan internet generasi kelima alias 5G.

Kini, Indonesia sudah memiliki 5G. Ada tiga operator seluler yang sudah menyediakan layanan internet 5G, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

11 Perusahaan Global Beralih ke Dunia Virtual

Istilah metaverse semakin dikenal luas setelah Facebook berganti nama menjadi Meta pekan lalu (29/10). Setidaknya ada 11 perusahaan dan lembaga yang merambah dunia virtual, termasuk Alibaba dan agensi Blackpink.

1. SoftBank

Anak usaha SoftBank, SoftBank Vision Fund 2 menyuntik modal Sandbox. Startup ini memungkinkan pemain membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain gim virtual di blockchain Ethereum. Mereka dapat menggunakan token non-fungible (NFT).

Saham Sandbox mayoritas dimiliki oleh pengembang game blockchain Animoca Brands. Bagi SoftBank, ini kali pertama berinvestasi di perusahaan yang menerbitkan uang kripto ( cryptocurrency ) sendiri.

Kapitalisasi pasar koin Sandbox juga hampir US$ 2 miliar. Perusahaan mengatakan, memiliki sekitar 22% token saat ini.

Harga koinnya melonjak lebih dari 200% setelah Facebook mengumumkan berganti nama menjadi Meta Platforms Inc minggu lalu dan berfous menjadi perusahaan metaverse. Ini meningkatkan minat investor Sandbox yang membangun pengalaman bermain game virtual.

Pengguna aktif bulanan Sandbox pun meningkat dalam setahun terakhir. Transaksi juga mencapai US$ 144 juta.

2. Facebook

Facebook berganti nama menjadi Meta pada pekan lalu (29/10). Salah satu aplikasi metaverse yang akan dikembangkan oleh Facebook yakni konser 3D atau tiga dimensi.

Anda merasa hadir dengan orang lain, seolah-olah berada di tempat lain. Memiliki pengalaman berbeda yang tidak dapat dilakukan di aplikasi atau halaman web 2D, seperti menari atau berbagai jenis olahraga, ujar CEO Meta Mark Zuckerberg.

3. Apple

Apple berencana meluncurkan perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) tahun depan. Perangkat ini mirip dengan Oculus Quest milik induk Facebook, Meta yang ingin beralih menjadi perusahaan metaverse.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu akan menyematkan sejumlah kemampuan pada perangkat AR dan VR. Salah satunya, memasang cip ( chipset ) canggih, layar, sensor, dan fitur berbasis avatar.

Gadgetnya juga akan menampilkan setidaknya 15 modul kamera. Selain itu, terdapat teknologi pelacakan mata dan pengenalan iris mata ( iris recognition ).

Pengembangan satu perangkat tersebut bisa menelan biaya antara US$ 2.000 - US$ 3.000 atau sekitar Rp 28 juta - Rp 42 juta.

4. YG Entertainment

YG Entertainment merupakan agensi Blackpink, Treasure, Big Bang, IKON, dan AKMU. Akhir pekan lalu, YG Entertainment bekerja sama dengan Kwangwoon University mengembangkan teknologi metahuman dan metaverse.

5. SM Entertainment

SM Entertainment menaungi EXO, NCT 127, NCT Dream, SHInee, Super Junior, Red Velvet, dan Aespa. Agensi ini bekerja sama dengan KAIST terkait riset metaverse pada Juni (23/6).

Melalui perjanjian itu, SM Entertainment dan KAIST berencana untuk:

  1. Bekerja sama teknis di bidang konten, kecerdasan buatan (AI), dan robot
  2. Melakukan proyek bersama terkait produksi digital avatar
  3. Penelitian akademik bersama untuk culture technology (CT)

6. Samsung

Produsen ponsel pintar (smartphone) ini juga berencana mengembangkan layanan metaverse atau dunia virtual. Anak usahanya, Samsung Asset Management meluncurkan Samsung Global Metaverse Fund pada akhir Juni.

Perusahaan baru menargetkan menarik 100 miliar won atau sekitar US$ 86,49 juta pada akhir tahun. Sekitar satu miliar hingga dua miliar won mengalir setiap hari.

Wakil Presiden Samsung Asset Management Choi Byung-geun mengatakan, minat pada metaverse telah tumbuh sejak pandemi corona. "Raksasa teknologi global seperti Facebook melihat arah bisnis mereka bergeser ke arah metaverse, industri ini menghasilkan uang," kata Choi.

7. SK Telecom

Operator seluler di Korea Selatan juga meluncurkan 'ifland' metaverse pada Juli. Para penghuni dapat menjadi tuan rumah dan menghadiri pertemuan dengan avatar animasi.

"Ketika tren sosial bergeser ke non-tatap muka karena era pandemi, permintaan (untuk layanan metaverse) melonjak," kata seorang pejabat SK Telecom kepada Reuters. "Ada ribuan kamar yang dibuat setiap hari dan puluhan ribu pengguna harian."

SK Telecom menjadi bagian dari 'Metaverse Alliance' yang diluncurkan oleh pemerintah Korea Selatan pada pertengahan Mei. Program ini mencakup lebih dari 200 perusahaan dan institusi.

8. ByteDance

Induk TikTok ini berencana mengembangkan teknologi metaverse. Perusahaan asal Cina itu pun mengakuisisi startup VR Pico Interactive.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan, kesepakatan akuisisi ByteDance terhadap Pico Interactive senilai hampir 5 miliar yuan atau US$ 772 juta (Rp 11 triliun). Melalui akuisisi ini, Pico Interactive akan berfokus pada pasar konsumen Cina, sambil mempertahankan sebagian besar staf.

9. Alibaba

Di Cina, raksasa e-commerce ini mengajukan pendaftaran merek dagang beberapa aplikasi terkait metaverse. Menurut platform pelacakan pendaftaran bisnis Qichacha, ada yang didaftarkan yakni Ali Metaverse, Taobao Metaverse, dan DingDing Metaverse.

10. Tencent

Raksasa game asal Tiongkok ini juga mengajukan mendaftarkan hampir 100 merek dagang terkait metaverse, termasuk QQ Metaverse, QQ Music Metaverse dan Kings Metaverse.

11. Epic Games

Pemimpin Epic Games Tim Sweeney mengembangkan ide seperti metaverse di bidang gim. Pengembang game Fortnite ini memperluas produk, menyelenggarakan konser hingga acara brand secara virtual.

Pemerintah Korea Selatan juga merambah metaverse. Seorang pejabat Kementerian Sains dan TIK mengatakan, pemerintah berharap memainkan peran utama dalam industri metaverse. Mereka pun menganggarkan 604,4 triliun won pada 2022 untuk bisnis ini.

Negeri Ginseng pun mengalokasikan 9,3 triliun won untuk mempercepat transformasi digital dan mendorong industri baru seperti metaverse.

Artikel Asli