Sejajar Facebook, Perusahaan RI Masuk Daftar Forbes soal Dunia Virtual

Teknologi | katadata.co.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 11:57
Sejajar Facebook, Perusahaan RI Masuk Daftar Forbes soal Dunia Virtual

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengapresiasi perusahaan teknologi augmented reality (AR) asal Indonesia WIR Group yang masuk daftar MetaverseCompanies to Watch in 2022 versi majalah bisnis internasional Forbes GE. Metaverse disebut juga dunia virtual.

Daftar tersebut berisi perusahaan teknologi terkemuka dunia seperti Apple, Microsoft hingga Facebook yang baru berganti nama menjadi Meta.

"Kami bangga bahwa WIR sebagai perusahaan Indonesia mendapatkan pengakuan internasional ini. Kami juga terus berkoordinasi dengan mereka untuk saling memutakhirkan perihal perkembangan dari sisi inovasi dan tentunya regulasi, ujar Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam siaran pers, Kamis (11/11).

WIR Group disebut sebagai perusahaan terkemuka dan pemimpin pasar dalam teknologi digital reality , seperti kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI), AR, dan virtual reality di Asia Tenggara.

WIR merupakan singkatan dari We Indonesians Rock, Rise and Rule. Perusahaan ini berdiri lebih dari 10 tahun.

Perusahaan itu memproduksi programming dan inovasi teknologi AR ke lebih dari 20 negara. Ini dengan bimbingan dari Kementerian Kominfo serta kemitraan dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

WIR memiliki lima paten global terkait AR dan terdaftar di nasional maupun PCT yang mencakup 153 negara. Perusahaan teknologi ini diminta berpartisipasi oleh Kementerian Investasi untuk mewakili Indonesia di ajang dunia, antara lain di side event World Economic Forum di Davos 2019 dan 2020.

Metaverse yang disebut juga dunia virtual, merupakan semesta kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar, serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas. Semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel.

Johnny menilai, metaverse akan memengaruhi hajat hidup masyarakat. Selain itu, menggunakan sumber daya, konektivitas, dan semua elemen informatika di Indonesia.

Oleh karena itu, koordinasi dengan kementerian maupun lembaga lain mutlak dilakukan. Ini mengingat interaksi antar manusia melalui avatar yang terjadi di "metaverse" juga akan memerlukan instansi dan lembaga lain yang saat ini dijalankan pemerintah.

Artikel Asli