Wow, Pengguna TikTok Tembus 1 Miliar Pengguna Bulanan!

okeguys.com | Teknologi | Published at Selasa, 28 September 2021 - 17:40
Wow, Pengguna TikTok Tembus 1 Miliar Pengguna Bulanan!

OKEGUYS Pengguna TikTok baru saja terhitung tembus sampai 1 miliar penggunan bulanannya lho Guys. Perusahaan milik ByteDance ini hampir menyusul Facebook!

TikTok mengungkapkan pada hari Senin bahwa ia memiliki 1 miliar pengguna global aktif, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dari aplikasi video pendek. Fakta ini tentu sangat hebat, padahal awalnya TikTok di banned untuk beberapa negara kan, hehe.

Pengguna TikTok Tembus 1 Miliar Pengguna Bulanan!

TikTok 1 Miliar Pengguna
photo: OKEGUYS/Vanvand

Layanan yang dimiliki secara pribadi oleh perusahaan China ByteDance, telah melaporkan lonjakan pengguna selama beberapa tahun terakhir. Dengan sejumlah besar audiens AS bergabung di tengah pandemi Covid-19.

Melansir dari CNBC, TikTok mengatakan memiliki sekitar 55 juta pengguna global pada Januari 2018. Jumlah itu tumbuh menjadi lebih dari 271 juta pada Desember 2018 dan 507 juta pada Desember 2019. Perusahaan melaporkan hampir 700 juta pengguna aktif bulanan musim panas lalu Guys.

Sebagai perbandingan, Facebook mengatakan pada kuartal kedua memiliki 3,51 miliar pengguna bulanan di seluruh keluarga aplikasinya, naik dari 3,45 miliar pada kuartal pertama.

Tapi perusahaan meluncurkan salah satu aplikasi video pendek paling sukses, dengan banyak pesaing teknologi besarnya berlomba untuk membuat versi mereka sendiri.

Facebook meluncurkan tiruan TikToknya, Instagram Reels, secara global Agustus lalu. Snap mengumumkan fitur serupa yaitu Spotlight tahun lalu. YouTube Google meluncurkan pesaingnya, Shorts, September lalu.

TikTok 1 Miliar Pengguna
photo: OKEGUYS/Vanvand

TikTok berhasil tumbuh meskipun pada tahun yang sulit. Perusahaan menghadapi banyak kemunduran, termasuk kemungkinan larangan AS setelah mantan pemerintahan Trump menganggap penyimpanan data dan keamanannya sebagai risiko keamanan nasional.

TikTok akan dijual ke perusahaan Amerika jika ingin tetap beroperasi secara luas, dengan Oracle dengan sebutan sebagai penyedia teknologi tepercaya.

Tapi kenaikan Presiden Joe Biden ke Gedung Putih memungkinkan perusahaan untuk terus beroperasi seperti biasa. Pada bulan Februari, The Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan Oracle telah dibatalkan tanpa batas waktu.

Biden musim panas ini juga menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan kriteria bagi pemerintah untuk mengevaluasi risiko aplikasi yang terhubung ke negara lain Guys.

Artikel Asli