SAFENet Ajak Masyarakat Lindungi Data Pribadi dari Kebocoran

limapagi.id | Teknologi | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:40
SAFENet Ajak Masyarakat Lindungi Data Pribadi dari Kebocoran

LIMAPAGI - Pemerintah Indonesia menerapkan pengawasan dan pelacakan digital melalui aplikasi PeduliLindungi sejak akhir Maret 2020. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Melalui aplikasi ini, pemerintah mendeteksi tingkat laju penularan di sebuah daerah, serta mengumpulkan data informasi pribadi para pengguna. Tentu saja, pengumpulan data tersebut memerlukan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan data masyarakat.

Divisi Keamanan Online Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Banimal mengatakan, tak hanya dari pemerintah, harusnya masyarakat juga harus lebih waspada terhadap aplikasi yang diunduhnya.

"Data pribadi tidak bisa dianggap sepele. Banyak yang tidak peduli dengan tahap permintaan akses, padahal data itu punya power, punya nilai, dan bisa jadi senjata (peretasan)," ujarnya dalam Diskusi Publik Keamanan Data Surveilans Digital untuk Kesehatan Masyarakat secara virtual, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut, Junior Researcher at Institute for Policy Research and Advocacy (ELSAM) Shevierra Danmadiyah menjelaskan, ada beberapa cara bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga data pribadinya di aplikasi apapun yang meminta akses, seperti PeduliLindungi.

"Masyakarat bisa menjaga datanya dengan menggunakan kata sandi (password) yang susah ditebak. Pakai kata atau karakter yang sama sekali tidak sesuai dengan identitas publik kita," paparnya.

Selain itu, masyarakat juga harus mengambil tindakan dengan minimalisasi data akses.

"Seperti Instagram, ada opsi untuk memasukkan nomor telepon, padahal kalau ngga nyantumin tetap bisa menggunakan. Atau pada prosedur pendaftaran, orang diminta mengisi GForm, pastikan ada lambang *required, itu lebih aman. Masukkan data ke internet yang relevan saja," imbuhnya.

Opsi lainnya untuk menjaga keamanan data, yakni dengan menggunakan aplikasi yang sudah ada sistem verifikasi dua langkah dan cek status data melalui website.

"Dengan adanya sistem verifikasi dua langkah itu akan lebih aman, pihak ketiga tidak akan bisa masuk melacak akun pribadi kita. Terakhir, cek data sudah bocor atau tidak melalui website, seperti Have I Been Pwned (HIBP)," pungkasnya.

Artikel Asli