Kisah Bossman Mardigu Wowiek Bertemu Bill Gates di Indonesia Sampai Bikin Baper

Teknologi | sindonews | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 16:47
Kisah Bossman Mardigu Wowiek Bertemu Bill Gates di Indonesia Sampai Bikin Baper

JAKARTA -

Kisah Bossman Mardigu Wowiek Bertemu Bill Gates di Indonesia sangat menarik, karena salah satu manusia terkaya di dunia itu sampai penasaran dengan si sontoloyo ini. Seperti diketahui Mardigu kerap menyebut dirinya Bossman atau si sontoloyo dalam setiap videonya di kanal YouTube.

Dikutip dari kanal YouTube Naufal Arifin, Mardigu menceritakan bagaimana dirinya bisa ikut dalam makan malam bersama Bill Gates dan ratusan pengusaha Indonesia di Hotel Mulia sekitar 10 tahun lalu. Dan dalam makan malam tersebut, Mardigu menjadi sosok yang paling membuat Bill Gates penasaran.

Dalam video berdurasi 27 menit itu, Mardigu mengaku memang sangat mengidolakan Bill Gates sejak muda. Bahkan salah satu orang terkaya di dunia itu menjadi role model dirinya untuk berkembang. "Mau ceritakan sedikit pertemuannya dengan Bill Gates, saya ini a dreamer, saya ini pemimpi," katanya di awal-awal video yang sudah ditonton jutaan kali itu.

BACA: Kisah Berdirinya Perusahaan Microsoft, dari DOS hingga Windows

Mardigu mengaku punya impian ingin makan malam bersama Bill Gates. Bahkan dirinya menyimpan guntingan foto Bill Gates di dalam dompet. "Kalau ditanya sama orang-orang, ini kenapa ada fotonya Bill Gates di dompet kamu, lalu saya bilang punya niat ingin makan malam dengan orang paling kaya di dunia, Waktu itu (orang terkaya di dunia adalah) Bill Gates," katanya.

Suatu ketika impian Mardigu hampir terwujud. Bill Gates datang ke Indonesia, saat itu masih di era pemerintahan SBY sekitar tahun 2009-2010. "Ada sahabat saya wartawan senior dari koran kenamaan Indonesia kemudian dia bilang, mas saya ada tiket, kamu makan malam bersama Bill Gates," terangnya.

Lalu Mardigu makan malam bersama di Hotel Mulia dengan ratusan pengusaha lainnya. "Terus saya bilang ini dream come true, karena akhirnya bisa makan malam bersama dengan Mr Gates," katanya.

Tak seperti yang dibayangkan, Mardigu duduk agak jauh di round table bersama dengan pengusaha yang tidak dia kenal. Bill Gates jauh, bersama dengan orang-orang terkenal, menteri, dan para pejabat teras pada zaman itu.

Di tengah-tengah acara makan malam itu, pembawa acara berbicara kepada Bill Gates boleh tidak melakukan tanya jawab. Selanjutnya pembawa acara bertanya kepada audiens siapa yang mau bertanya ke Mr Gates.

"Siapa di sini yang mau bertanya sama Mr Gates, terus yang ada di situ tiga ratus-tiga ratusnya angkat tangan semua, wah gila semuanya ingin bertanya," kata Mardigu.

Kemudian disepakati hanya lima pertanyaan yang akan dijawab Mr Gates. Pertanyaan juga harus ditulis tangan dan nantinya mana yang akan dijawab, itu terserah Bill Gates.

"Langsung saya ambil kertas, semua orang tahu saya punya ilmu kuno lah bagaimana memprogram pikiran bawah sadar seseorang, Dia pasti baca tulisan saya... Dia pasti baca tulisan saya," batin Mardigu. Bossman langsung melipat pertanyaannya terus diberikan kepada pembawa acara.

Mr Gates langsung memilih beberapa pertanyaan, ada yang bertanya apa rencana Bill Gates di Indonesia, terus dijawab bahwa dia akan membuat laptop murah di bawah 100 dolar. Begitu selanjutnya sampai empat pertanyaan dijawab dengan biasa oleh Bill Gates.

Sampai pada pertanyaan terakhir, raut muka Bill Gates berubah sambil memegang kertas pertanyaan itu. Bill Gates sedikit mengeram dan orang disebelahnya bertanya "What this." Di sini Bill Gates tampak kikuk melihat kertas pertanyaan yang ada di tangannya.

Kemudian Bill Gates bertanya ke audiens, "Who is Mardigu Wowiek?" Selanjutnya semua mata langsung tertuju ke Mardigu. "300 orang melihat ke kite, kite kayak kecil gitu," cerita Mardigu.

Di sini, semua orang tampak bingung dan penasaran apa sih yang ditanyakan Mardigu, sampai orang sekelas Bill Gates penasaran dengan sosok si sontoloyo ini. "Tahu tidak apa yang saya tulis dan Mr Gates bacakan," tanya Mardigu.

Terus Bill Gates bilang," I could never be lake Andrew Carnagie ."

Jadi ceritanya Mardigu menulis di kertas pertanyaan, "You could be never be Andrew Carnagie. Terus dia bilang this is right , gue ga akan bisa seperti Andrew Carnagie begitu kira-kira kata Gates, semua orang bingung," kata Mardigu.

Tak lama setelah mengucapkan itu, Bill Gates langsung membuka dompetnya kemudian dia memperlihatkan sebuah foto sambil bicara, "fotonya Andrew Carnagie ada di dompet saya."

Lalu kenapa Mardigu bisa mengetahui di dalam dompet Bill Gates ada foto Andrew Carnagie? Sebenarnya Mardigu tidak tahu apa-apa. Mardigu hanya mengira-ngira karena setiap orang sukses pasti punya idola yang akan menjadi role model dirinya.

Seperti Mardigu yang mengidolakan Bill Gates hingga menyimpan foto orang terkaya di dunia itu di dompetnya. Bill Gates juga pasti punya idola dan idolanya itu juga orang yang pastinya lebih hebat dari Mr Gates.

"Jadi dalam hidup orang itu ada drive yang bisa dijadikan role model. Kalau melihat Bill dan Melinda Gates yang punya penghasilan sekitar 60 miliar dolar dan 30 persennya masuk ke Gates Foundation, pasti role modelnya adalah Andrew Carnagie," tebak Mardigu.

Dalam catatan dunia, selama hidupnya Andrew Carnagie ini mendedikasikan seluruh hartanya untuk amal dan pendidikan. Dia juga mendirikan museum yang mengoleksi seluruh sains di dunia. Di tahun 1900, Carnagie menjual perusahaannya di Down Jones dan kekayaannya saat itu kira-kira empat kali lipat harta Bill Gates saat ini.

Bahkan, saking baiknya Andrew Carnagie ini rela mengeluarkan hartanya demi kemerdekaan negara Filipina dari jajahan Spanyol. Pada tahun 1898 Filipina ingin merdeka dari spanyol dan negeri matador itu akan memberikannya tetapi tidak gratis.

Filipina minta bantuan Amerika untuk membayar permintaan Spanyol sebesar 20 miliar dolar tapi sayangnya Amerika juga tidak punya uang. Akhirnya pemerintah Amerika meminta bantuan Andrew Carnagie untuk membayar kemerdekaan Filipina.

"Coba anda bayangkan, Andrew Carnagie tak pernah ke Filipina tapi mau memberikan uangnya untuk kemerdekaan Filipina. Karena itu saya menganalisa Bill Gates , bahwa Andrew Carnagie inilah yang menjadi role modelnya," kata Mardigu.

Karena sangat menginspiratif, video yang diunggah oleh Naufal Arifin di kanal YouTube-nya itu pada 19 Mei 2020, sejauh ini sudah ditonton hingga 1.175.880 kali dan mendapatkan tanda jempol mencapai 27 ribu.

Artikel Asli