Shopee Tindak Tegas Penjual yang Pasang Harga "Tak Wajar"

Teknologi | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:00
Shopee Tindak Tegas Penjual yang Pasang Harga "Tak Wajar"

LIMAPAGI - Akibat meningkatnya kasus Covid-19, masyarakat kini berbondong-bondong membeli obat untuk pencegahan hingga penyembuhan dari infeksi virus tersebut.

Sejumlah obat kini tak hanya dijual di apotek saja. Beberapa penjual (seller) juga memasarkannya di e-commerce seperti Shopee.

Namun, situasi seperti ini justru disalahgunakan oleh sebagian seller yang menjual obat dengan harga yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, Shopee mengambil tindak tegas terkait dengan pelanggaran tersebut. Shopee mendukung Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 Tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Sesuai keputusan tersebut, beberapa obat sudah ditetapkan batas harganya, antara lain Favipiravir 200 mg Tablet seharga Rp22.500 per tablet, Remdesivir 100 mg Injeksi Rp510.000 per vial, Oseltamivir 75 mg Rp26.000 per kapsul, Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml Infus Rp3.262.300 per vial.

Selain itu ada juga, Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml Infus Rp3.965.000 per vial, Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml Infus Rp6.174.900 per vial, Ivermectin 12 mg Rp7.500 per tablet, Tocilizumab 400 mg/20 ml Infus Rp5.710.600 per vial.

Kemudian, Tocilizumab 80 mg/4 ml Infus Rp1.162.200 per vial, Azithromycin 500 mg Rp1.700 per tablet, dan Azithromycin 500 mg Infus Rp95.400 per vial.

Menteri Kesehatan RI, Budi Sadikin menegaskan, penetapan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat membeli obat dengan harga terjangkau.

"Harga Eceran Tertinggi atau HET ini merupakan harga jual tertinggi obat di apotek, instalasi farmasi, rumah sakit, klinik, faskes yang berlaku di seluruh Indonesia. Hal ini supaya masyarakat membeli obat dengan harga terjangkau," paparnya, dalam keterangan resmi yang Limapagi.id terima, Rabu, 7 Juli 2021.

Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja mengatakan, pihaknya akan menghentikan permainan harga obat oleh distributor dan penjual.

"Jika terdapat akun yang menjual produk-produk yang tidak memiliki izin, berbahaya, dilarang untuk diperjualbelikan secara bebas, atau dijual di atas HET, kami langkah yang tegas," ujarnya.

Di samping itu, Handhika juga mengapresiasi bagi semua penjual obat yang berupaya percepat pemulihan kesehatan.

Kami akan sangat menghargai jika para penjual obat-obatan terkait ikut mengambil bagian dalam percepatan pemulihan kesehatan masyarakat, dengan mengikuti harga yang sudah ditetapkan pemerintah," pungkasnya.

Artikel Asli