Loading...
Loading…
5 Tips Menghindari Informasi Hoaks Virus Corona di Internet

5 Tips Menghindari Informasi Hoaks Virus Corona di Internet

Teknologi | okezone | Senin, 30 Maret 2020 - 17:46

JAKARTA - Saat kondisi wabah seperti yang terjadi saat ini, banyak orang mencari informasi tentang virus corona. Pengguna perlu berhati-hati ketika mendapatkan informasi tentang virus tersebut.

Pastikan informasi yang Anda terima bukanlah informasi yang hoaks atau informasi palsu. Dikutip inews , supaya Anda tidak terjebak dalam informasi menyesatkan, berikut ini tips dari Facebook agar orang-orang dapat terhindar dari hoaks yang tersebar di internet.

Bersikap Skeptis

Dijelaskan Facebook, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah bersikap skeptis. Misinformasi atau berita palsu seringkali mempunyai judul bombastis dengan huruf kapital dan tanda seru.

Jika judulnya kelihatannya mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinan itu berita palsu. Perhatikan alamat situs atau URL berita. Alamat situs atau URL palsu seringkali dibuat mirip yang asli dengan memberikan sedikit perubahan. Misalnya, mengganti huruf kapital 'I' dengan yang kecil atau mengganti nol '0' menjadi 'o.'

Jika kurang yakin, Anda bisa membuka jendela browser baru dan masuk ke dalam situs yang sebenarnya. Tujuannya untuk membandingkan URL dengan sumber yang terpercaya.

Baca Juga :
Kominfo Temukan 232 Hoaks Terkait Virus Corona

Perhatikan URL dan Isi Halaman Beritanya

Agar terhindar dari berita palsu, Anda bisa perhatikan URL dan isi halaman beritanya. Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang dipercaya memiliki reputasi keakuratan yang baik.

Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian 'Tentang' di situs mereka untuk mempelajarinya lebih lanjut. Misinformasi atau berita palsu mungkin juga berisi linimasa yang tidak masuk akal atau tanggal peristiwa yang sudah diubah.

Ada juga situs berita palsu yang salah eja atau punya tata letak yang aneh. Bacalah dengan seksama untuk melihat tanda-tanda ini. Misinformasi atau berita palsu bisa juga berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Jadi, bersikaplah skeptis terhadap penggunaan foto atau video.

Periksa Sumber Informasi

Selanjutnya, Anda juga bisa memeriksa sumber informasi. Ya, Anda bisa memeriksa sumber informasi penulis untuk menginformasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.

Original Source

Topik Menarik

{