Suarakan Karhutla, Tasya Farasya Curiga IG-nya Kena Shadow Ban
Tasya Farasya mengungkapkan kecurigaannya bahwa akun Instagramnya terkena shadow ban setelah menyuarakan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah. Hal itu setelah ia membandingkan jumlah penonton Instagram Story-nya yang disebut turun drastis ketika membahas isu tersebut.
Sebelumnya, Tasya mengabarkan tengah mempersiapkan posko bantuan berupa ruang aman asap bagi masyarakat yang terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Posko tersebut rencananya mulai aktif pada 23 Oktober mendatang.
Di tengah persiapannya, Tasya juga menanggapi berbagai respons publik terhadap langkah yang dilakukannya. Ia menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap korban karhutla bukan dilakukan demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Baca Juga : 5 Artis yang Bersuara Keras soal Karhutla Kalimantan, Ajak Masyarakat BertindakMenurut Tasya, apa yang ia lakukan berangkat dari rasa peduli terhadap masyarakat yang terdampak. Namun, ia juga menyadari bahwa setiap orang memiliki pandangan masing-masing terhadap tindakannya.Jika masih ada pihak yang menganggap langkahnya sebagai bentuk ketidakpekaan atau tone-deaf, Tasya mengaku tidak bisa memaksakan semua orang untuk memiliki pendapat yang sama dengannya.
Di tengah ramainya pembahasan soal karhutla, Tasya kemudian mengungkapkan kecurigaannya terhadap jangkauan konten di akun Instagram miliknya. Ia menduga akunnya mengalami shadow ban setelah menyuarakan isu karhutla.
Baca Juga : Leonardo DiCaprio Buka Suara soal Karhutla Indonesia, Soroti Nasib Orangutan
Istilah shadow ban sendiri biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.
“Oh gitu caranya mainnya shadow banned yah kl speak up,” tulis Tasya dalam unggahannya.Tasya juga memperlihatkan perbandingan jumlah penonton Instagram Story miliknya. Ia mengungkapkan bahwa Instagram Story yang biasanya diunggah bisa ditonton lebih dari satu juta kali.
Namun, ketika dirinya membahas karhutla, jumlah penontonnya disebut hanya mencapai sekitar 85 ribu. Perbedaan angka tersebut membuat Tasya mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada jangkauan akunnya.
Unggahan itu pun ramai diperbincangkan setelah dibagikan ke media sosial. Meski begitu, penurunan jumlah penonton Story saja belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah akun benar-benar terkena shadow ban.
Ada berbagai faktor yang bisa memengaruhi jangkauan konten, sehingga dugaan Tasya belum dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa akunnya dibatasi.
Terlepas dari kecurigaannya soal jangkauan akun Instagram, Tasya tetap melanjutkan rencana untuk membantu masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Ia sebelumnya telah mengumumkan persiapan posko bantuan berupa ruang aman asap yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 23 Oktober.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian Tasya terhadap warga yang harus menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Ia juga menegaskan bahwa upayanya bukan untuk mencari pengakuan atau membuat semua orang menyetujui tindakannya.










