Dari Agora Mall ke Wuhu: Robot Chery Disiapkan Jadi Penerima Tamu hingga Perawat

Dari Agora Mall ke Wuhu: Robot Chery Disiapkan Jadi Penerima Tamu hingga Perawat

Teknologi | sindonews | Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45
share

Robot humanoid seharga Rp800 juta kini bukan lagi sekadar barang pamer di Indonesia.

Di Agora Mall, Jakarta Pusat, robot buatan AiMOGA, perusahaan robotika mitra strategis Chery, sudah bisa dibeli atau disewa. Pekan depan, produk-produknya dibawa ke Wuhu, China.

AiMOGA akan tampil di Chery International User Summit 2026 pada 19-23 Oktober 2026 dengan tema “Car-Robot in Synergy, Scenarios in Energy”.

Yang dibawa adalah Argos (robot berkaki empat), Mornine (robot humanoid), Intelligent Security Robot, Robotics Nurse, dan kursi roda yang dikendalikan sinyal otak lewat teknologi Brain-Computer Interface (BCI).

Intelligent Security Robot dan Robotics Nurse disiapkan untuk skenario keamanan dan layanan kesehatan. Produk terbaru juga akan diperkenalkan.Robot di ajang pengguna mobil menunjukkan arah Chery. AiMOGA memakai jaringan R&D global Chery dan memiliki 31 laboratorium R&D internal.

Teknologi otomotif diadaptasi agar robot mengenali lingkungan, memahami kebutuhan pengguna, lalu bergerak sesuai fungsinya. Menurut CarNewsChina, Mornine M1 bahkan mampu membuka pintu mobil secara mandiri.

Harga di Indonesia

Di Indonesia, Mornine dibanderol mulai Rp800 juta, sedangkan Argos kisaran Rp50 juta.

Harga globalnya 285.800 yuan (sekitar Rp729,6 juta) untuk Mornine dan 15.800 yuan (sekitar Rp40,3 juta) untuk Argos.Artinya, harga di Indonesia sekitar 9,6 persen lebih tinggi untuk Mornine dan sekitar 24 persen untuk Argos.

Komponen selisih itu belum dirinci. Di Indonesia, distribusi ditangani HIVI.

Spesifikasi

Mornine memiliki tinggi 167 cm dan bobot 70 kg. Ia dibekali AI multimodal, kamera, mikrofon, sensor, dan 3D LiDAR untuk navigasi mandiri. Menurut CarNewsChina, robot ini punya 40 derajat kebebasan, kecepatan jalan maksimal 1 meter per detik, beban ujung lengan 1,5 kg, dan baterai 0,7 kWh yang butuh 2 jam pengisian untuk 2 jam operasi.

Beban lengan sekecil itu menempatkannya lebih sebagai penerima tamu dan pemberi informasi ketimbang pekerja fisik. Argos merespons suara dan sentuhan, mengikuti pengguna, bisa berlari dan melompat, serta dapat membawa barang dan memantau area dengan dukungan kamera, mikrofon, radar, speaker, dan lampu.Keduanya memahami lebih dari 10 bahasa, termasuk Indonesia. Mornine mengantongi sertifikasi CE-MD, EN 18031, CE-RED, dan FCC.

Pasar yang baru terbentuk

AiMOGA mengklaim telah mengirim lebih dari 2.000 unit ke 60 negara untuk lebih dari 100 skenario penggunaan. Di Jakarta, AiMOGA Experience Store di Lantai 2 Agora Mall dibuka 9 September 2026 dan melayani konsultasi, pembelian, serta penyewaan.

Pendekatannya ditekankan sebagai pendamping manusia. “Dia tidak untuk menggantikan manusia, tapi dia lebih ke membantu pekerjaan kita,” kata Winny Cinthya, Sales & Development Manager.

Direktur AiMOGA Indonesia, Yuri Yin, menyatakan, “pengembangan robotika membutuhkan perpaduan antara kapabilitas teknologi dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna.”

Ujiannya kini di pasar: apakah pelaku usaha Indonesia mau membayar ratusan juta rupiah untuk robot penerima tamu.

Topik Menarik