Siapa August Hanning? Mantan Pemimpin Badan Intelijen Jerman yang Ditangkap karena Berkhianat
Mantan kepala intelijenJerman, August Hanning, ditangkap atas tuduhan spionase dan pengkhianatan, di tengah tuduhan bahwa ia merekrut mantan kepala badan intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan penculikan anak.
Siapa August Hanning? Mantan Pemimpin Badan Intelijen Jerman yang Ditangkap karena Berkhianat
1. Memimpin BND pada 1998-2005
Hanning, yang memimpin BND dari tahun 1998 hingga 2005, ditangkap pada hari Selasa bersama mantan ajudannya di badan tersebut, yang diidentifikasi oleh jaksa sebagai 'Manfred D'.Hanning dituduh membeli rahasia negara dari Manfred D, yang tetap bekerja di BND setelah Hanning keluar dan melayani beberapa penerusnya.
2. Mengambil Keuntungan untuk Konsultan Keamanan Swasta
Hanning memperoleh hampir 2.000 dokumen BND antara tahun 2010 dan 2022, yang ia manfaatkan dalam pekerjaannya sebagai konsultan keamanan swasta, menurut keterangan jaksa.Dalam satu kasus, Hanning diduga menggunakan materi BND untuk menyusun laporan analisis bagi seorang pegawai badan intelijen asing. Ia juga dituduh menjalin "hubungan erat dengan perwakilan badan intelijen asing lainnya," yang kepadanya ia meneruskan informasi yang diperoleh Manfred D "selama beberapa tahun," menurut pernyataan jaksa.
Tidak ada satu pun badan intelijen yang disebutkan namanya dalam pernyataan tersebut, namun sumber penegak hukum mengatakan kepada media Jerman bahwa mereka tidak mencurigai adanya kaitan dengan Rusia. Tapi, terkait dengan Mossad.
3. Melibatkan Pengusaha Cantik Christina Block
Kasus spionase ini kabarnya didasarkan pada bukti yang ditemukan di kediaman Hanning di Hamburg, yang digeledah oleh polisi setempat pada September 2025 sebagai bagian dari penyelidikan terpisah yang melibatkan pengusaha wanita Christina Block.Block, pewaris grup restoran Block House milik keluarganya, berada di pusat sengketa hak asuh anak yang menyita perhatian publik dan saat ini sedang diadili atas tuduhan penculikan. Jaksa menduga bahwa ia menyewa perusahaan keamanan swasta milik Hanning, System 360, serta mantan petugas kepolisian kriminal negara bagian, Thorsten Mehles, untuk menculik dua anak bungsunya dari rumah ayah mereka di Denmark dan membawa mereka kembali ke Jerman.
4. Berafiliasi dengan Mossad
Setelah upaya yang dilakukan System 360 dan Mehles gagal, Hanning diduga melimpahkan tugas tersebut kepada Yaakov Perry, mantan kepala badan intelijen domestik Israel, Shin Bet. Perry, yang kini menjalankan perusahaan intelijen swasta bernama CGI Group, membentuk tim yang menyerang mantan suami Block dan menculik anak-anak tersebut. Sang mantan suami, Stefan Hansel, mengklaim bahwa Hanning juga merekrut mantan kepala Mossad, Danny Yatom, untuk ambil bagian dalam operasi itu.Saat dimintai tanggapan mengenai klaim-klaim ini oleh media Israel, Yatom mengatakan bahwa ia mengenal Hanning pada akhir tahun 1980-an, namun "tidak memiliki kaitan dengan kasus ini." Akan tetapi, saat berbicara kepada media Israel pada tahun 2021, Hanning mengatakan bahwa ia menjalin "hubungan kerja yang sangat erat, bahkan persahabatan" dengan Yatom dan pejabat Mossad lainnya jauh setelah ia meninggalkan BND.



