Kapal Doulos Hope Kembali ke Jakarta setelah 38 Tahun, Hadirkan Pameran 2.000 Judul Buku
Kapal pameran buku terapung internasional Doulos Hope sedang bersandar di Dermaga Eks Presiden, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dari 16 September hingga 11 Oktober 2026.
Menariknya, pameran buku terapung internasional Doulos Hope itu kembali hadir di Jakarta setelah 38 tahun lamannya. Sebelumnya, kapal saudaranya, Doulos, pernah mengunjungi Jakarta dan bersandar pada 7-12 April 1988.
Pameran buku ini dibuka untuk masyarakat setiap Selasa hingga Minggu pukul 13.30 WIB sampai dengan 21.00 WIB, dan tutup setiap Senin.
Baca juga: Detektif Sains, Cara Guru di Kutai Barat Ajak Siswa Memahami Fisika melalui Penyelidikan
Kemudian untuk operasionalnya, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Pengelola juga memberikan kebijakan khusus berupa akses masuk gratis bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun serta lansia berusia di atas 65 tahun.Kapal itu menyajikan lebih dari 2.000 judul buku. Ditambah, MV Doulos Hope menjadi tempat bertemunya bagi relawan dari berbagai belahan dunia. Kapal tersebut diawaki lebih dari 100 relawan yang berasal dari 35 negara berbeda.
Tak hanya itu, kapal ini juga dilengkapi dengan cafe dan live musik yang bisa dinikmati oleh para pengunjung setelah membaca dan mencari buku pilihan.
Baca juga: Seleksi Guru SILN dan Pendidik Tetap CLC 2026 Masih Dibuka, Cek Formasi yang Tersedia
Dikutip dari Instagram douloshope_indonesia, tim MV Doulos Hope mengajak masyarakat datang untuk merasakan langsung pengalaman menjelajahi koleksi buku yang belum pernah mereka temukan sebelumnya.
“Jadi, inilah saatnya kami hadir di sini agar orang-orang bisa melihat. Ternyata seru sekali melihat buku, atau menjelajahi buku-buku yang mungkin belum pernah kita jelajahi sebelumnya. Kami ingin menghadirkan hal ini ke Indonesia. Inilah tujuan kami, dan kami sangat antusias untuk bisa datang ke sini,” ujar Madalena Reinaldo dari tim promosi MV Doulos Hope.Sementara itu, salah satu pengunjung Lina yang datang dari Tangerang rela antre panjang selama 3 jam di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU) untuk mengunjungi pameran buku terapung tersebut. Ia datang bersama anak dan keluarganya untuk mencari buku favorit superhero Marvel yang digemari anaknya.
"Kita sampai di GRJU itu kan 3 jam tuh nunggu dibuka pembelian tiket," ungkapnya.
Adapun, pengunjung lainnya Ika berharap pameran Doulos Hope bisa menjadi sarana menambah wawasan dan literasi. Ia mengatakan pameran ini membuka kesempatan bagi anak-anak yang datang untuk berinteraksi dengan volunteer dari berbagai negara, sehinggga dapat melatih kemampuan berbahasa Inggrisnya secara langsung.
"Iya, harapannya sih jelas ya, menambah literasi. Terus lebih lagi tuh karena di sini volunteer-nya dari seluruh dunia ya. Jadi berharap juga anak-anak bisa sambil conversation, gitu, sambil melatih bahasa Inggris mereka," kata Ika.










