Liga Universitas Coca-Cola Dapat Dukungan Terbang ke Panggung Dunia
Liga Universitas Coca-Cola 2026 telah rampung digelar pada 18 April hingga 23 Agustus 2026. STKIP Pasundan keluar sebagai juara Regional Bandung, sedangkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi kampiun Regional Jakarta.
Sebanyak 15 universitas ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri atas tujuh tim di Regional Bandung dan delapan tim di Regional Jakarta.
Liga Universitas Coca-Cola tidak sekadar menjadi ajang kompetisi sepak bola mahasiswa. Melalui semangat Football for Peace dan Football for Mental Health, kompetisi ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem pengembangan generasi muda sepak bola Indonesia.
Selain berkompetisi, para peserta mendapat kesempatan memperluas pengalaman, membangun jejaring, serta membawa perspektif Indonesia ke panggung internasional.Salah satu pengalaman tersebut dirasakan perwakilan ekosistem Liga Universitas Coca-Cola yang mendapat kesempatan mengikuti forum internasional di United Nations Headquarters (UNHQ), New York, Amerika Serikat.
Hasil BWF World Championships 2026: Fajar/Fikri dan Alwi ke Perempat Final, Putri KW Tersingkir
Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam program “One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being.”Keduanya memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama memandang sepak bola sebagai bagian penting dari perkembangan generasi muda.
Elang merupakan kapten STKIP Pasundan di Liga Universitas Coca-Cola 2026 dan telah menekuni sepak bola kompetitif selama lebih dari 13 tahun. Sementara itu, Elyas merupakan Presiden PS ITB, organisasi sepak bola mahasiswa yang menaungi lebih dari 150 anggota.
Kesempatan tersebut menunjukkan bagaimana kompetisi sepak bola mahasiswa dapat berkembang menjadi ekosistem yang memberikan pengalaman lebih luas bagi para pesertanya.
Sepak bola tidak berhenti pada hasil pertandingan. Olahraga juga dapat menjadi medium untuk membangun kepemimpinan, pendidikan, persahabatan lintas budaya, serta mendorong pembicaraan mengenai kesejahteraan dan kesehatan mental generasi muda.
Jadwal Wakil Indonesia di Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026, Merah Putih Tersisa 5 Andalan
Perjalanan menuju panggung internasional itu turut mendapat dukungan Qatar Airways, yang menjadi bagian dari pengalaman perjalanan para delegasi Liga Universitas Coca-Cola menuju New York.Bagi para delegasi, perjalanan internasional tersebut tidak sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui pertemuan dengan lingkungan, budaya, dan perspektif baru.
Project Lead Liga Universitas Coca-Cola, Hugo Oceano, mengatakan kesempatan membawa perspektif Indonesia ke forum internasional memberikan pelajaran bahwa olahraga memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan sosial.“Kesempatan untuk mewakili Indonesia di forum internasional di New York adalah pengalaman yang sangat berharga. Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia dan berbagi pandangan mengenai bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi sarana membangun generasi muda, memperkuat pendidikan, dan menciptakan perdamaian,” ujar Hugo.
Menurut Hugo, perjalanan bersama Qatar Airways juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Ia menilai perjalanan internasional dapat membuka wawasan dan memberikan perspektif baru.
“Perjalanan ini juga menjadi pengalaman internasional yang luar biasa, termasuk kesempatan merasakan pelayanan Qatar Airways. Dari awal keberangkatan hingga kembali ke Indonesia, saya semakin menyadari bahwa setiap perjalanan membawa pelajaran baru dan memperluas cara pandang kita,” katanya.
Di New York, para delegasi bertemu dengan peserta dari berbagai negara dan berdiskusi mengenai peran olahraga dalam kehidupan generasi muda serta pemanfaatan sepak bola sebagai instrumen untuk menciptakan dampak yang lebih luas.Hugo juga mendapat kesempatan bertemu dengan sejumlah figur sepak bola dunia, termasuk Luis Figo, Gilberto Silva, dan Daniel Amokachi. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Liga Universitas Coca-Cola sekaligus bertukar pandangan mengenai pembinaan pemain muda dan perkembangan sepak bola.
“Melihat antusiasme mereka terhadap Liga Universitas Coca-Cola menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengembangkan program tersebut di Indonesia,” tutur Hugo.
Bagi Elang, pengalaman tersebut menjadi salah satu perjalanan paling berkesan dalam kehidupannya sebagai mahasiswa dan pesepak bola. Kapten STKIP Pasundan itu melihat secara langsung bagaimana sepak bola dapat mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
“Berada di forum internasional, berdiskusi dengan delegasi dari berbagai negara, dan melihat bagaimana sepak bola bisa menjadi bahasa yang menyatukan banyak budaya membuat saya sadar bahwa olahraga punya dampak yang jauh lebih besar dari sekadar pertandingan,” kata Elang.
Perjalanan bersama Qatar Airways menjadi bagian dari rangkaian pengalaman tersebut, sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia. Elang menilai pengalaman internasional itu bukan sekadar perjalanan, melainkan kesempatan membawa pulang pengetahuan dan perspektif baru.“Saya pulang bukan hanya dengan foto atau kenangan, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk membagikan pengalaman ini dan menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Elyas memandang kesempatan tersebut sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Sebagai Presiden PS ITB, ia terbiasa melihat sepak bola sebagai ruang untuk membangun organisasi dan komunitas. Namun, pengalaman di forum internasional memperluas perspektifnya mengenai potensi olahraga sebagai sarana menghubungkan manusia.
“Sebuah kehormatan menjadi delegasi Indonesia dalam Forum PBB di New York. Kekuatan di sini bukan hanya soal jabatan, melainkan kepercayaan untuk membawa nama Indonesia di panggung dunia. Bersamaan dengan itu, datang pula tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa,” ujar Elyas.
Ia juga menilai dukungan perjalanan dari Qatar Airways memberikan kenyamanan yang membantu para delegasi menjalankan rangkaian kegiatan internasional secara optimal.
Pengalaman para delegasi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola di tingkat universitas dapat menjadi pintu masuk menuju pengalaman yang lebih luas. Liga Universitas Coca-Cola tidak hanya mempertemukan mahasiswa dalam pertandingan, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan kepemimpinan, memperluas jaringan, serta memahami bagaimana olahraga dapat memberikan dampak positif di luar lapangan.










