Pembangunan Museum Majapahit Dimulai, Bakal Jadi Ikon Budaya Indonesia

Pembangunan Museum Majapahit Dimulai, Bakal Jadi Ikon Budaya Indonesia

Berita Utama | sindonews | Senin, 14 September 2026 - 09:46
share

Pembangunan Museum Majapahit di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dimulai, Minggu (13/9/2026). Museum ini diproyeksikan tidak hanya menjadi ruang penyimpanan dan pameran koleksi, tetapi juga pusat edukasi, kebudayaan, dan aktivitas masyarakat yang menghidupkan kembali narasi besar peradaban Majapahit.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Museum Majapahit. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Jombang Warsubi, Direktur Jenderal Perlindungan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Baca juga:Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja

Fadli Zon mengatakan, pembangunan Museum Majapahit merupakan transformasi dari Pusat Informasi Majapahit menjadi museum yang dirancang untuk merepresentasikan kebesaran peradaban Majapahit secara lebih utuh. “Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul dan menjadi saksi bahwa pembangunan Museum Majapahit akan kita mulai. Ini merupakan transformasi dari yang sebelumnya berupa Pusat Informasi Majapahit menjadi Museum Majapahit,” katanya.

Menurutnya, pembangunan museum tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi museum dan cagar budaya yang dilakukan pemerintah pada 2026 atas arahan Presiden Prabowo Subianto. “Atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya diperintahkan untuk melakukan revitalisasi sejumlah museum, istana, dan keraton agar cagar budaya kita tetap terjaga. Museum Majapahit menjadi salah satu bagian penting dari program tersebut,” jelasnya.

Museum Majapahit nantinya akan menyajikan narasi sejarah yang lebih komprehensif mengenai perjalanan peradaban Majapahit. Penyajian tersebut mencakup artefak, lini masa sejarah, kehidupan sehari-hari masyarakat, perkembangan kerajaan, serta berbagai aspek kebudayaan yang berkembang pada masa Majapahit.Penguatan narasi sejarah juga akan didukung pemanfaatan teknologi digital. Film dan berbagai media interaktif akan menjadi bagian dari penyajian museum untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik dan relevan, terutama bagi generasi muda.

“Kita ingin kebesaran Majapahit tergambar di dalam museum ini, mulai dari artefak, lini masa, kehidupan sehari-hari, kerajaan-kerajaan Majapahit, sampai pemanfaatan teknologi digital yang sekarang sangat dekat dengan anak-anak muda,” terangnya.

Arsitektur dan Kawasan MuseumPembangunan Museum Majapahit merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa. “Ini merupakan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa,” kata Restu Gunawan.

Museum Majapahit akan dibangun di atas lahan sekitar 4,8 hektare yang berada di kompleks Museum Majapahit, Jalan Pendopo Agung, Trowulan. Perencanaan pembangunan telah melalui sejumlah kajian untuk memastikan desain dan pelaksanaannya tetap memperhatikan nilai penting cagar budaya, lingkungan, serta tinggalan arkeologi yang berada di kawasan Trowulan.

Selain pembangunan museum, Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan pengembangan kawasan yang lebih luas. Dengan adanya penambahan lahan, kawasan Museum Majapahit diproyeksikan dapat mencapai sekitar 10 hektare. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membentuk kawasan budaya yang hidup melalui berbagai aktivitas seni, budaya, edukasi, dan kegiatan kreatif.Kementerian Kebudayaan menargetkan Museum Majapahit dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Fadli Zon menilai museum dan kawasan budaya yang hidup dapat menjadi destinasi budaya dan wisata yang menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara. Baca juga:Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah

Pengembangan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun ekosistem budaya yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, seniman, budayawan, komunitas, dunia pendidikan, pihak swasta, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. “Kalau kegiatan budaya terus dihidupkan di sini, saya kira ini akan ikut menggerakkan perekonomian Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto,” tuturnya.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyambut baik dimulainya pembangunan Museum Majapahit. Menurutnya, museum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelestarian kawasan peninggalan Majapahit di Trowulan.