Jaecoo J5 EV di Malaysia Rp518 Juta, Indonesia cuma Rp309 Juta

Jaecoo J5 EV di Malaysia Rp518 Juta, Indonesia cuma Rp309 Juta

Otomotif | sindonews | Selasa, 8 September 2026 - 16:05
share

Harganya beda 67 persen. Baterainya pun beda. Dan yang lebih murah justru yang dapat baterai lebih besar.

Itulah Jaecoo J5 EV. Satu model. Tiga negara. Tiga realita. Di Malaysia, Jaecoo J5 EV baru saja diluncurkan dengan harga RM118.800 OTR tanpa asuransi, setara Rp 518 juta. Di Indonesia, varian Premium model yang sama dibanderol Rp 309,9 juta OTR Jakarta. Selisihnya Rp 208 juta. Lebih mahal 67 persen. Tapi bukan cuma harganya yang beda.

J5 EV Malaysia menggunakan baterai 58,9 kWh LFP dari CATL, lebih besar dari Thailand yang hanya 50,6 kWh, tapi lebih kecil dari Indonesia yang 60,9 kWh. Ketiga negara menggunakan pemasok baterai yang berbeda-beda. Artinya: konsumen Indonesia membayar lebih murah, tapi mendapat kapasitas baterai lebih besar. Jangkauan Malaysia 402 km WLTP (461 km NEDC). Indonesia: 461 km NEDC.

Spesifikasi yang sama

Motor 211 PS (155 kW), torsi 288 Nm, FWD, 0–100 km/j dalam 7,7 detik, top speed 175 km/j. DC fast charging 130 kW--dari 30 ke 80 persen SoC hanya 28 menit. AC charging 11 kW. V2L 3,3 kW. Dimensi identik: 4.380 × 1.860 mm, wheelbase 2.620 mm. Bagasi 480 liter. Bisa jadi 1.284 liter. Frunk 35 liter.

Fitur Malaysia: layar instrumen 8,88 inci + infotainment 13,2 inci, kursi depan berventilasi, panoramic roof 1,45 m², dual-zone climate control, wireless Android Auto & Apple CarPlay, wireless charging 50W, kamera surround 360°, 6 airbag, ADAS Level 2+. Garansi kendaraan 7 tahun/150.000 km, baterai 10 tahun/200.000 km.

Kenapa Malaysia lebih mahal?

Tiga faktor utama. Pertama, sejak 1 Juli 2026 Malaysia memberlakukan aturan baru: EV CBU hanya boleh masuk jika nilai CIF minimal RM200.000 dan tenaga motor minimal 180 kW. Artinya EV murah dari China praktis dikunci dari jalur impor CBU. Jaecoo J5 EV tidak memenuhi syarat itu, harus CKD. Kedua, proyek CKD baru yang disetujui setelah 1 September 2025 wajib dijual minimal RM100.000. Jaecoo J5 EV masuk kategori ini. Rakit lokal di pabrik Shah Alam—biaya produksi, upah, logistik: semua menambah harga. Ketiga, harga mobil di Malaysia harus mendapat persetujuan pemerintah. Tidak bisa dipatok sembarangan.

Pasar EV Malaysia 2026

Di Juli 2026, total registrasi EV Malaysia mencapai 8.586 unit—10,8 persen dari total 79.701 mobil terjual. EV terlaris bukan yang banyak orang duga. Proton e.MAS 5 memimpin dengan 4.818 unit di Agustus 2026—rekor baru untuk satu model EV dalam sebulan. Di H1 2026, e.MAS 5 sudah terjual 10.665 unit. Proton e.MAS 7 di posisi dua: 2.865 unit. Khusus Juli 2026: e.MAS 5 (2.402 unit), e.MAS 7 (1.398 unit), BYD Atto 3 (531 unit). SUV EV terlaris jelas Proton e.MAS 7. BYD Atto 3 menguntit ketat. Secara keseluruhan, EV Malaysia tumbuh 106 persen di H1 2026. Total xEV mencapai 51.782 unit dalam enam bulan. Jaecoo masuk ke arena yang sudah panas.

Di Indonesia sendiri, Jaecoo mencatatkan 13.949 unit di Januari–Mei 2026—setara 24,4 persen pangsa pasar EV nasional. J5 EV adalah model paling diminati. Dua negara, satu merek, dua strategi harga yang sangat berbeda. Malaysia bayar lebih—untuk baterai yang lebih kecil.

Topik Menarik