Penulis Kotoe Hashimoto Viral usai Lahirkan Anak ke-7 saat Jepang Kekurangan Bayi

Penulis Kotoe Hashimoto Viral usai Lahirkan Anak ke-7 saat Jepang Kekurangan Bayi

Global | sindonews | Selasa, 8 September 2026 - 12:02
share

Kotoe Hashimoto, penulis sekaligus mantan politikus Jepang, mendadak viral setelah melahirkan anak ketujuh. Persalinannya diperbincangkan publik karena negara sedang krisis angka kelahiran.

Hashimoto, melalui media sosial X dan Facebook, mengumumkan pada 29 Agustus bahwa dirinya telah melahirkan anak ketujuh. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada tenaga medis yang membantu proses persalinannya.

Baca Juga: PM Jepang Menjerit Ada Kecoa di Rumah Dinas, tapi Sedih dan Kesepian usai Disingkirkan

Unggahan tersebut, yang disertai foto Hashimoto menggendong bayi yang baru lahir, telah ditonton 27 juta kali di X dan mendapat 10.800 tanda suka di Facebook.

 

Dalam unggahan lanjutan pada hari yang sama, dia berterima kasih kepada masyarakat atas ucapan selamat yang diberikan.

“Saya percaya sekarang adalah saatnya bagi perempuan Jepang untuk memiliki anak,” katanya. “Naik turunnya bangsa kita bergantung pada peran aktif perempuan," ujarnya, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (8/9/2026).Pernyataannya mendapat banyak respons dari masyarakat Jepang.

“Saya pikir Anda benar sekali. Saya merasa kunci untuk mengubah kondisi Jepang saat ini, yang sedang menuju kehancuran demografis, justru terletak pada kesadaran perempuan Jepang,” tulis pengguna Facebook bernama Etsugaku Kankou.

Pengguna lainnya, Hideto Umegaki, berkomentar, “Melahirkan tujuh anak merupakan harta nasional.”

Hashimoto, yang maju sebagai kandidat anggota parlemen dari Partai Harapan (Party of Hope) dalam pemilu 2017, menggunakan akun media sosialnya untuk membahas tantangan demografi Jepang serta mendorong perempuan Jepang agar memiliki lebih banyak anak.

Dia tidak terpilih dalam pemilu tersebut. Partai konservatif yang didirikan Gubernur Tokyo Yuriko Koike itu kemudian dibubarkan pada Oktober 2021.Kelahiran bayi tersebut terjadi ketika tingkat kesuburan Jepang pada 2025 kembali mencatat rekor terendah, memperpanjang penurunan yang telah berlangsung selama satu dekade meskipun pemerintah selama bertahun-tahun berupaya membalikkan tren tersebut.

Menurut data Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Jepang, angka kesuburan total turun menjadi 1,14 dari 1,15 pada tahun sebelumnya.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak pencatatan data yang dapat dibandingkan dimulai di Jepang pada 1947.

Jepang, yang merupakan salah satu negara dengan populasi tertua di dunia, menghadapi tekanan demografi yang semakin besar.

Menyusutnya jumlah tenaga kerja dan meningkatnya biaya jaminan sosial memberikan tekanan terhadap keuangan negara, di saat pemerintah juga berupaya membiayai peningkatan anggaran pertahanan serta berbagai program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Topik Menarik