Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terkendali, Cloud Seeding Diterjunkan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia sedang bersiap melakukan operasi penyemaian awan (*cloud seeding*) untuk membantu mengurangi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah menyebar ke beberapa wilayah di Jabodetabek, Banten, dan Lampung.
Kepala BNPB Suharyanto pada hari Senin mengatakan bahwa operasi tersebut akan dimulai segera setelah kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan, mengingat abu vulkanik telah mengganggu operasional di beberapa bandara."Saat kondisi sudah lebih memungkinkan, kami akan memulai operasi tersebut. Pesawat sudah disiagakan di Bandara Pondok Cabe," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa penyemaian awan merupakan salah satu langkah pemerintah untuk membantu membersihkan abu vulkanik dari atmosfer dengan cara memicu hujan.
Selain itu, BNPB juga bersiap melakukan penyemprotan kabut air (*water mist*) guna meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah-wilayah yang terdampak.
Menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak untuk memantau situasi di lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan.BNPB juga telah mengerahkan personel ke sejumlah wilayah terdampak untuk meninjau situasi secara langsung dan memastikan kesiapan otoritas setempat dalam menghadapi kemungkinan dampak aktivitas vulkanik tersebut.
Terkait hal ini, Suharyanto meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan mekanisme penanggulangan bencana, termasuk sistem peringatan dini, tempat evakuasi, rencana kontingensi, serta ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok.
"Jika diperlukan pasokan tambahan, kami akan meminta bantuan kepada pemerintah pusat," katanya.
Namun, BNPB akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menangani kemungkinan aktivitas lanjutan Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap masyarakat.





