Materi Muktamar ke-35 NU Tuntas, Prof Niam: Semoga Lahir Gagasan Besar dan Keputusan Strategis

Materi Muktamar ke-35 NU Tuntas, Prof Niam: Semoga Lahir Gagasan Besar dan Keputusan Strategis

Berita Utama | sindonews | Senin, 24 Agustus 2026 - 09:48
share

Pimpinan Tim Materi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Prof Asrorun Niam Sholeh menyampaikan, seluruh materi, jadwal, dan tata tertib muktamar telah tuntas disiapkan. Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

“Alhamdulillah, seluruh materi Muktamar, jadwal, dan tata tertib sudah tuntas terselesaikan. Seluruh materi siap didistribusikan, dibahas, dan diputuskan dalam forum Muktamar ke-35 NU," kata Niam dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Katib Syuriyah PBNU ini berkata, materi Muktamar ke-35 NU mencakup enam komisi utama, yakni Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah, Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah, Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.

Menurut Niam, keenam komisi tersebut menggambarkan keluasaan spektrum perkhidmatan NU. "Tidak hanya membahas persoalan keagamaan yang muncul dalam kehidupan masyarakat, Muktamar juga akan merumuskan arah organisasi, program perkhidmatan, serta rekomendasi strategis bagi kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan," ucapnya.

Lebih lanjut Pengasuh Pesantren Al-Nahdlah Depok ini menyatakan, muktamar ke-35 NU memiliki makna historis yang sangat penting. Tepat satu abad sebelumnya, pada 21 Oktober 1926, Muktamar ke-1 NU diselenggarakan. Salah satu agenda penting pada masa awal tersebut adalah mengonsolidasikan organisasi untuk mengarungi jalan perkhidmatan jam'iyah.Baca Juga: Gelar Rakornas Jelang Muktamar ke-35 NU, GP Ansor: Jaga Suasana Kebatinan Indonesia

"Kini, seratus tahun kemudian, NU kembali bermuktamar dalam momentum yang hampir serupa: melakukan konsolidasi dan merumuskan arah perjalanan jam'iyah untuk satu abad berikutnya," tegas Ketua Umum Majelis Alumni IPNU itu.

Salah satu materi strategis yang akan dibahas dalam Muktamar ke-35 NU adalah Peta Jalan Perkhidmatan NU satu abad ke depan. Peta jalan tersebut disusun dengan memperhitungkan dinamika perubahan lingkungan strategis yang berlangsung semakin cepat dan akseleratif.

Perubahan teknologi, transformasi sosial, perkembangan ekonomi, perubahan demografi, dinamika kebangsaan dan global, serta berbagai tantangan baru kehidupan umat menjadi bagian yang perlu dibaca secara cermat dalam menentukan arah perkhidmatan NU ke depan.

Karena itu, menurut Niam, Muktamar NU tidak semata-mata menjadi forum untuk menyelesaikan agenda organisasi lima tahunan. Lebih dari itu, Muktamar ke-35 diharapkan menjadi forum strategis untuk menyiapkan fondasi perjalanan NU memasuki abad keduanya.

"Semoga Muktamar ke-35 NU menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan besar, keputusan-keputusan strategis, serta kepemimpinan kolektif yang mampu menjadi pelita bagi perjalanan NU pada abad kedua,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh warga NU dan masyarakat luas untuk mengikuti dan menyemarakkan Muktamar ke-35 NU dengan berbagai kegiatan positif.

Muktamar ke-35 NU rencananya dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB.

Topik Menarik