Respons Masyarakat soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI, Mendukung tapi...
Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Selasa (18/8/2026) lalu. Mereka menyampaikan delapan tuntutan terhadap pemerintah. Demo yang dilaksanakan di kawasan objek vital, perkantoran dan sentra ekonomi tersebut mendapat tanggapan dari masyarakat, pedagang hingga ojol.
Salah satunya adalah Diki, seorang karyawan swasta yang mendukung adanya unjuk rasa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.
Baca juga: Mahasiswa BEM UI Dihadang Polisi di Dukuh Atas saat Hendak ke Bundaran HI
"Saya sih mendukung dengan adanya demo ini ya, demo untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah ya. Tapi alangkah baiknya demo itu jangan di objek vital. Karena demo itu sudah ada tempatnya, kayak DPR gitu," kata Diki kepada wartawan dikutip, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, demonstrasi seharusnya langsung disampaikan ke tempat target sasaran. Sehingga, tidak mengganggu masyarakat yang memang melaksanakan aktivitas sehari-hari."Karena objek vital itu mengganggu kemacetan dan penutupan jalan. Dan itu juga mengganggu transportasi umum juga. Itu aja sih, sebaiknya jangan di objek vital kayak Bundaran HI itu. Lebih baik di DPR, depan DPR seperti biasa kawan-kawan mahasiswa yang lakukan," ujar dia.
Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Larang Aksi Mahasiswa di Bundaran HI, Khawatir Lumpuhkan Jakarta
Senada dengan Diki, Farhan seorang pedagang juga mengaku dampak dari adanya kegiatan tersebut. Ia merasakan dampak yang luar biasa akibat kemacetan yang terjadi.
"Kalau yang ke arah ke macet itu sebenarnya ngeganggu banget, kalau yang ada dalam hal kita apa, urgent banget gitu kan, yang jalur cepat kan harusnya kan kita lewat Bundaran HI. Jadi kita muternya lewat Senayan, lebih jauh lagi, gitu," ucapnya.Sedangkan, Pengemudi Ojek Online (Ojol) Andi, mengungkapkan bahwa, kemacetan akibat demo tersebut sangat berdampak dengan mata pencahariannya sehari-hari.
"Ya kalau kami sebagai driver ojol sebenarnya merasakan sekali dampaknya. Karena jalanan kan tempat utama kami bekerja. Kalau jalannya ditutup kami jadi kesulitan untuk melakukan penjemputan atau pengantaran," ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika berlangsungnya demo jalanan ditutup. "Pas kemarin demo itu, ampun deh. Jalanan dimana mana ditutup. Macet jadi dimana mana. Padahal wilayah HI itu biasanya salah satu titik pusat orderan paling banyak. Dan itu ladang rezeki kami," imbuhnya.
Bahkan, menurutnya, tidak sedikit pemesan melakukan cancel atau membatalkan orderan. "Bahkan, ada aja beberapa yang sedikit marah-marah karena kelamanaan. Padahal kami kehambat sama akses jalan," katanya.
"Seharusnya sih ya, yang demo sih gapapa ya, tapi ya jangan di kawasan yang memang pusat aktivitas masyarakat. Karena ngaruh banget sama orderan kami," pungkas dia.










