10 Kisah Pengkhianatan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Inggris

10 Kisah Pengkhianatan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Inggris

Olahraga | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:19
share

Loyalitas pemain terhadap klub menjadi salah satu hal yang paling dihargai dalam sepak bola. Namun, sejarah sepak bola Inggris juga mencatat sejumlah pemain yang justru mengambil keputusan kontroversial dengan menyeberang ke klub rival.

Perpindahan tersebut semakin menyakitkan bagi suporter ketika sang pemain sebelumnya merupakan idola atau bahkan legenda klub. Tak jarang, keputusan untuk bergabung dengan rival membuat seorang pemain mendapat cap sebagai “pengkhianat” dan sulit dimaafkan oleh mantan pendukungnya.

Berikut 10 pemain dan figur sepak bola Inggris yang dianggap sebagai “pengkhianat” terbesar karena pernah menyeberang ke klub rival, berdasarkan tingkat kontroversi dan besarnya perseteruan antara kedua klub.

10. Alan Smith – Leeds United ke Manchester United

Alan Smith merupakan salah satu produk akademi Leeds United dan dikenal sebagai pemain yang sangat mencintai klub tersebut. Bahkan, penyerang asal Inggris itu pernah menunjukkan kecintaannya dengan mencium lambang Leeds di hadapan pendukung Manchester United.

Karena itu, ketika Leeds terdegradasi dari Premier League pada 2004, banyak suporter tidak menyangka Smith justru memilih Manchester United sebagai klub berikutnya.

Smith kemudian menghabiskan tiga musim di Old Trafford pada 2004-2007. Ia mencatat 93 penampilan dan 12 gol untuk Manchester United. Sayangnya, kariernya sempat terganggu cedera patah kaki parah pada 2006.

9. Teddy Sheringham – Millwall ke West Ham United

Teddy Sheringham merupakan salah satu pemain yang memiliki hubungan kuat dengan Millwall. Ia memperkuat klub tersebut pada periode 1983-1991 dan mencetak 111 gol dalam 262 pertandingan.

Namun, pada penghujung kariernya, Sheringham mengambil keputusan kontroversial dengan bergabung ke West Ham United pada 2004. Perseteruan antara Millwall dan West Ham membuat kepindahan tersebut tidak mudah diterima pendukung The Lions.Sheringham menghabiskan tiga musim bersama West Ham dan mencetak 30 gol dari 87 pertandingan. Ia bahkan menjadi pemain Premier League berusia lebih dari 40 tahun pertama yang mencetak gol di kompetisi tersebut.

8. George Graham – Arsenal ke Tottenham Hotspur

Tidak hanya pemain yang bisa dicap sebagai pengkhianat. George Graham juga masuk dalam daftar karena pernah berpindah dari Arsenal ke Tottenham Hotspur.

Graham memiliki sejarah panjang bersama Arsenal, baik sebagai pemain maupun manajer. Ia menangani The Gunners sejak 1986 hingga 1995 dan mempersembahkan sejumlah trofi penting.

Tiga tahun setelah meninggalkan Arsenal, Graham justru menerima pekerjaan sebagai manajer Tottenham. Keputusan tersebut membuatnya menjadi sosok kontroversial di mata pendukung Arsenal karena kedua klub merupakan rival sekota di London Utara.

7. Rio Ferdinand – Leeds United ke Manchester United

Rio Ferdinand menjadi salah satu transfer paling mengejutkan antara Leeds United dan Manchester United. Sang bek baru satu tahun membela Leeds ketika Manchester United merekrutnya pada 2002.

Kepindahan tersebut membuat Ferdinand menjadi bek termahal di dunia pada saat itu. Bagi suporter Leeds, kehilangan pemain yang sudah menjadi idola ke rival terbesar mereka tentu terasa menyakitkan.

Namun, situasi finansial Leeds juga menjadi faktor penting dalam transfer tersebut. Ferdinand kemudian menjawab kritik dengan tampil luar biasa bersama Manchester United.

Selama 12 tahun di Old Trafford, Ferdinand mencatat 455 pertandingan dan menjadi salah satu bek terbaik dalam sejarah klub.

6. Frank Lampard – West Ham United ke Chelsea

Frank Lampard tumbuh dalam lingkungan sepak bola West Ham dan menembus tim utama klub tersebut. Namun, hubungannya dengan sebagian pendukung The Hammers tidak selalu berjalan mulus.Lampard kemudian pindah ke Chelsea pada 2001. Keputusan itu membuatnya menjadi sasaran kritik sebagian suporter West Ham.

Ironisnya, Lampard justru berkembang menjadi legenda Chelsea. Selama 13 tahun di Stamford Bridge, ia tampil dalam 648 pertandingan dan mencetak 211 gol. Lampard juga mempersembahkan berbagai trofi sebelum akhirnya dikenang sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah The Blues.

5. Nick Barmby – Everton ke Liverpool

Nick Barmby membuat salah satu keputusan paling kontroversial dalam persaingan Merseyside ketika pindah dari Everton ke Liverpool pada 2000.

Barmby sebelumnya menghabiskan empat musim di Everton dan mencatat 132 penampilan serta 24 gol. Kepindahannya ke Liverpool semakin kontroversial karena ia menjadi pemain pertama yang berpindah langsung dari Liverpool ke Everton atau sebaliknya dalam beberapa dekade.

Di Liverpool, Barmby mencatat 57 penampilan dan delapan gol. Ia juga memenangkan empat trofi utama dalam kariernya bersama The Reds.

4. Michael Owen – Liverpool ke Manchester United

Michael Owen merupakan salah satu penyerang terbesar yang pernah dimiliki Liverpool. Ia mencetak 158 gol dalam 297 pertandingan bersama The Reds dan memenangkan Ballon d'Or pada 2001.

Karena itu, kepindahannya ke Manchester United pada 2009 menjadi keputusan yang sangat sulit diterima sebagian pendukung Liverpool.

Meski tidak pindah langsung dari Liverpool karena sebelumnya bermain untuk Real Madrid dan Newcastle United, bergabung dengan rival terbesar tetap dianggap sebagai pengkhianatan oleh banyak suporter.Owen hanya menghabiskan tiga musim di Manchester United, tetapi sempat memenangkan Premier League bersama klub tersebut.

3. Mo Johnston – Celtic ke Rangers

Mo Johnston merupakan salah satu nama paling kontroversial dalam rivalitas Old Firm antara Celtic dan Rangers.

Johnston merupakan pemain Celtic sejak 1984 sebelum pindah ke Nantes. Ketika hendak kembali ke Skotlandia pada 1989, ia sempat menyatakan kecintaannya kepada Celtic.

Namun, keputusan berikutnya mengejutkan publik. Johnston justru bergabung dengan Rangers.

Kepindahan tersebut membuatnya tidak disukai oleh pendukung kedua klub. Ia bahkan harus tinggal di London karena situasi keamanan yang memanas akibat transfer tersebut.

2. Ashley Cole – Arsenal ke Chelsea

Ashley Cole merupakan produk akademi Arsenal dan berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia bersama The Gunners.

Namun, kepindahannya ke Chelsea pada 2006 menjadi salah satu transfer paling kontroversial dalam sepak bola Inggris. Proses transfer tersebut juga diwarnai kontroversi terkait pertemuan rahasia dengan pihak Chelsea ketika Cole masih terikat kontrak dengan Arsenal.

Persoalan semakin panas setelah Cole mengungkapkan kekecewaannya terhadap tawaran kontrak Arsenal. Ia kemudian bergabung dengan Chelsea dan menjadi bagian penting dari kesuksesan klub London tersebut.Cole memperkuat Chelsea hingga 2014 dan mencatat 338 pertandingan serta tujuh gol.

1. Sol Campbell – Tottenham Hotspur ke Arsenal

Sol Campbell menempati posisi teratas dalam daftar karena kepindahannya secara langsung dari Tottenham Hotspur ke Arsenal pada 2001.

Campbell sebelumnya merupakan kapten dan salah satu pemain penting Tottenham. Namun, ketika kontraknya berakhir, ia memilih bergabung dengan Arsenal melalui aturan Bosman.

Keputusan tersebut memicu kemarahan besar di kalangan suporter Tottenham. Campbell bahkan mendapat julukan “Judas” dari pendukung Spurs karena menyeberang ke rival sekota.

Ironisnya, keputusan kontroversial tersebut justru membuahkan kesuksesan besar. Campbell menjadi bagian dari skuad Arsenal The Invincibles yang tidak terkalahkan sepanjang musim Premier League 2003-2004.

Bagi suporter Tottenham, kepindahan Campbell tetap menjadi salah satu pengkhianatan paling menyakitkan dalam sejarah rivalitas London Utara. Sementara bagi Arsenal, keputusan tersebut justru menjadi salah satu transfer paling sukses yang pernah dilakukan klub.

Topik Menarik