Terluka usai Ditembak Satgas Damai Cartenz, DPO Penembakan di Tembagapura Kabur ke Hutan
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan upaya penegakan hukum terhadap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial GW di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat, 7 Agustus 2026.
Polisi sempat menembak GW yang diduga berkaitan dengan sejumlah perkara pidana di wilayah Tembagapura dan Kabupaten Mimika. Di antaranya aksi penembakan terhadap kendaraan LWB di area Mile 69, Distrik Tembagapura, yang mengakibatkan seorang korban berinisial RTS mengalami luka pada paha kiri.
Kemudian, GW juga tercatat melakukan aksi penyerangan dan penembakan di area perkantoran Office Building 1 PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, yang mengakibatkan seorang warga negara Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57) meninggal dunia dan dua karyawan lainnya mengalami luka.
Baca juga: Hasil Olah TKP Penembakan di Pintu Masuk FBLB, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan 2 Anggota KKB
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa upaya penegakan hukum terhadap GW dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan informasi yang dilakukan personel secara bertahap.“Dalam pelaksanaan penegakan hukum, personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Karena situasi dilapangan ini jurang dan bukit. Serta tetap berpedoman pada hukum yang berlaku,” kata Yusuf dikutip Senin (10/8/2026).
Lihat video: GEGER TANAH PAPUA: Rangkuman Proses Evakuasi Jenazah Korban KKB di Dekai
Dalam pelaksanaan penegakan hukum, personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku. Namun, GW berhasil kabur ke dalam hutan dengan dibantu oleh kelompoknya.“Dari tindakan tersebut, GW mengalami luka pada bagian tubuhnya. Setelah itu, yang bersangkutan mendapatkan pertolongan dari anggota kelompoknya. Personel selanjutnya melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, GW kemudian dibawa oleh anggota kelompoknya menuju kawasan hutan,” ujar Yusuf.










