Keluarga Sutrimo Siap Ikuti Autopsi demi Ungkap Penyebab Kematian

Keluarga Sutrimo Siap Ikuti Autopsi demi Ungkap Penyebab Kematian

Berita Utama | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33
share

Keluarga almarhum Sutrimo, penjaga rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, menyatakan bakal mengikuti prosedur hukum terkait proses penyelidikan kematian almarhum. Salah satunya me ngizinkan proses autopsi jenazah Sutrimo.

Kepastian ini diungkapkan Abdi, keponakan almarhum Sutrimo usai membuat laporan ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Baca juga: Misteri Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie, Keluarga Akhirnya Lapor Polisi

Dia mengakui secara emosional pihak keluarga tentu merasa berat hati dengan proses penggalian makam almarhum Sutrimo.

"Sebenarnya buat keluarga nggak merelakan buat digali lagi," kata Abdi usai membuat laporan bersama kuasa hukum pihak keluarga.

Kendati demikian, kata dia, demi bisa mengungkap kepastian penyebab kematian, keluarga menyatakan akan kooperatif jika rencana tersebut harus dilakukan.

Baca juga: Polisi Akan Periksa Dokter yang Pertama Tangani Sutrimo

"Cuma ya kalau memang dari negara dibutuhkan buat otopsi atau kepastian itu, mau tidak mau ya harus diikuti," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, keluarga almarhum Sutrimo akhirnya mengambil langkah hukum untuk mengungkap tabir penyebab kematian anggota keluarga mereka. Abdi bersama sang ayah dan kuasa hukum mendatangi Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026) malam, untuk membuat laporan resmi.Abdi menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata demi mendapatkan kepastian hukum. Pihak keluarga ingin mengetahui secara spesifik apakah kematian Sutrimo dikategorikan wajar atau terdapat unsur lain di baliknya.

"Keluarga cuma minta kepastian hukum terkait penyebab kematian. (Spesifik kepastian hukum) wajar apa tidak, itu aja," tuturnya.

Diketahui, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026).

Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal dunia. Kasus kematian Sutrimo hingga kini masih dalam penyelidikan Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban melalui serangkaian pemeriksaan, termasuk olah TKP yang dilakukan bersama tim Puslabfor Polri.

Topik Menarik