Ceramah di Sekolah Alazka, KH Anwar Zahid Minta Orang Tua Dampingi Anak Main HP

Ceramah di Sekolah Alazka, KH Anwar Zahid Minta Orang Tua Dampingi Anak Main HP

Nasional | sindonews | Minggu, 19 Juli 2026 - 12:31
share

Sekolah Al Azhar Kelapa Gading (Alazka) Surabaya mengadakan pengajian akbar dengan menghadirkan penceramah kondang KH Anwar Zahid, Sabtu (18/7/2026). Sebanyak 1.500 jemaah dari dalam dan luar sekolah nampak khusuk mengikuti jalannya pengajian rutin tahunan ini.

Kegiatan ini dihadiri keluarga besar Alazka, alumni dan masyarakat di sekitar sekolah. "Ini menjadi agenda tahunan dalam rangka Muharram. penceramahnya juga ganti ganti, kebetulan tahun ini kita mengundang KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. Sebelumnya kita pernah juga undang Umi Laila dari Surabaya," kata ketua panitia, Anida Febrianti. Baca juga:SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026

Menurutnya, memasuki tahun baru Islam ini pihaknya ingin menciptakan sebuah lembaga pendidikan atau sekolah yang bisa membawa murid menjadi lebih baik. "Alhamdulillah hari ini kami Al Azhar kelapa Gading Surabaya melangsungkan kegiatan pengajian akbar yang menjadi program tahunan kami MPPS (majelis penunjang program sekolah) dan BPPS (badan penunjang program sekolah) Al Azhar kelapa Gading Surabaya di setiap bulan Muharram," tambahnya.

Reset Diri Recharge GenerasiDalam ceramah bertema Reset Diri Recharge Generasi ini, Kiai Anza, panggilan Anwar Zahid menekankan pentingnya perilaku yang baik bagi manusia. "Manusia merupakan makhluk Allah yang paling tinggi derajatnya. Namun kadang kala manusia tersebut tidak bisa menjaga derajat tinggi tersebut," ujarnya.

Perkembangan zaman mempengaruhi perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk perilaku dalam keluarga. "Moralitas orang di jaman sekarang tertinggal jauh, kalah dengan orang dulu," tambahnya. Baca juga:5 Tips Mengatasi Kecanduan Game Online pada Anak, Kenali dan Pahami

Menurutnya, orang disibukkan dengan rutinitas dan gadget. Bahkan, anak anak lebih sibuk dengan gawainya daripada hormat kepada orang tua. Bangun tidur yang dicari dulu handphone (HP), bukan buku. "Karena itu, saya minta kepada orang tua untuk mengawasi anak anak yang sedang main HP,” pintanya.

Dia menambahkan, kecanggihan teknologi mengharuskan manusia hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses regenerasi manusia. "Bukan berarti HP negatif, banyak anak prestasi karena HP tetapi banyak yang hancur juga karena HP," tandasnya.

Topik Menarik