Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina

Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina

Nasional | sindonews | Kamis, 2 Juli 2026 - 13:09
share

Kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, menobatkan Kota Semarang sebagai kota kategori "Transformer" di Indonesia dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Rabu (1/7).

Predikat tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota Semarang melakukan transformasi menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan, penguatan kemandirian fiskal, serta penciptaan iklim investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bima Arya menyebut Semarang sebagai contoh kota yang berhasil melakukan lompatan besar melalui transformasi struktural di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina. Transformasi tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan daerah membiayai pembangunan dengan mengandalkan kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Data yang dipaparkan menunjukkan Kota Semarang menempati peringkat ke dua nasional untuk rata-rata rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan selama periode 2022–2026 dengan capaian mencapai 63,26 persen. Angka tersebut menempatkan Semarang dalam kategori daerah dengan fiskal kuat, sekaligus menjadi indikator keberhasilan membangun kemandirian keuangan daerah.

Kinerja fiskal Kota Semarang juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Nilai PAD terus bertumbuh dari Rp2,85 triliun pada 2022 menjadi target Rp4,18 triliun pada 2026. Rasio PAD terhadap total pendapatan pun meningkat dari 53,46 persen menjadi 74,83 persen, mencerminkan semakin kokohnya fondasi keuangan daerah.Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pengakuan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah yang konsisten melakukan reformasi birokrasi, memperkuat pelayanan publik, serta memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.

"Predikat Transformer City ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pemerintahan yang semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan PAD bukan semata soal angka, tetapi tentang memperbesar kemampuan daerah membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperluas program-program yang langsung dirasakan masyarakat," ujar Agustina.

Keberhasilan transformasi tersebut juga tercermin pada berbagai indikator pembangunan lainnya. Nilai investasi Kota Semarang telah mencapai Rp21,6 triliun dengan pertumbuhan investasi sebesar 15,8 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,9 persen atau berada di atas rata-rata nasional, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka berhasil ditekan hingga 5,01 persen. Di sisi pelayanan publik, Kota Semarang juga memperoleh predikat *"Sangat Baik"* dari pemerintah pusat.

Kemendagri menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang, mulai dari digitalisasi pelayanan perpajakan, optimalisasi pendapatan daerah, penguatan peran BUMD dan BLUD, modernisasi pelayanan publik, hingga integrasi data pendapatan yang memperkuat tata kelola pemerintahan.

Bagi Pemerintah Kota Semarang, pengakuan sebagai kota "Transformer" nasional bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menghadirkan pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Agustina menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan pendapatan asli daerah, mempercepat digitalisasi sistem retribusi, mengoptimalkan aset daerah, menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif, serta memperkuat pengambilan kebijakan berbasis data secara real-time.

"Transformasi yang kami bangun harus bermuara pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya," tegas Agustina.

Topik Menarik