Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis

Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 29 Juni 2026 - 09:33
share

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan membentuk kelompok kerja sebagai tindak lanjut hasil Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang resmi ditutup pada Minggu (28/6/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menjelaskan bahwa seluruh masukan yang disampaikan selama Sarasehan akan dikonsolidasikan sebagai bahan tindak lanjut bersama kementerian terkait.

Baca juga: Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti

Sesuai arahan Presiden, hasil forum ini tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi akan diterjemahkan menjadi langkah nyata melalui pembentukan kelompok kerja atau satuan tugas tematik yang melibatkan perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kementerian teknis, dunia usaha, serta para pakar sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Kami akan mengonsolidasikan seluruh masukan yang disampaikan peserta. Bapak Presiden meminta agar insan perguruan tinggi, para ilmuwan, dan peneliti dilibatkan lebih aktif dalam mempercepat berbagai kebijakan strategis pemerintah. Karena itu, hasil Sarasehan ini akan kami tindak lanjuti melalui kelompok kerja yang menghubungkan kampus dengan kementerian teknis sesuai kebutuhan masing-masing,” katanya, melalui siaran pers, Senin (29/6/2026).Mendiktisaintek menambahkan bahwa Presiden juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang erat antara pemerintah dengan perguruan tinggi. Menurut Mendiktisaintek, kampus merupakan tempat berkumpulnya talenta-talenta terbaik bangsa yang memiliki kapasitas untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan nasional melalui riset, sains, teknologi, dan inovasi.

Baca juga: Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM

Oleh karena itu, Kemendiktisaintek akan memastikan berbagai rekomendasi Sarasehan menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan pemerintah sehingga kontribusi perguruan tinggi semakin nyata dan berdampak.

Ketua MRPTNI, Eduart Wolok menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden yang secara langsung mendengarkan berbagai masukan dari perguruan tinggi. Menurutnya, forum ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional.

“Masukan dari para rektor pada dasarnya berfokus pada penguatan kapasitas perguruan tinggi, baik melalui peningkatan dukungan terhadap riset, pengembangan sumber daya manusia, maupun kontribusi perguruan tinggi terhadap berbagai program strategis pemerintah. Seluruh masukan tersebut direspons dengan baik oleh Bapak Presiden,” ujar Eduart.Eduart menambahkan bahwa pertemuan penutupan menjadi momentum penting karena pemerintah tidak hanya menyampaikan arah kebijakan, tetapi juga menerima kompilasi berbagai rekomendasi hasil diskusi selama tiga hari pelaksanaan Sarasehan. Menurutnya, pola dialog dua arah tersebut menjadi fondasi penting bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Melalui penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Kemendiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Topik Menarik