Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania

Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania

Teknologi | sindonews | Minggu, 7 Juni 2026 - 08:32
share

Para peneliti percaya bahwa penemuan baru ini akan membantu menjelaskan bagaimana penduduk prasejarah beradaptasi dengan lingkungan keras di gurun Yordania bagian timur.

Para arkeolog yang bekerja di gurun Yordania bagian timur telah menemukan bukti lebih lanjut tentang permukiman kuno di puncak gunung berbatu datar (mesa) dekat wilayah Azraq, yang memberikan wawasan baru tentang pola hunian dan teknik konstruksi penduduk prasejarah di daerah tersebut.

Menurut penelitian yang baru saja dipublikasikan, seorang koresponden TTXVN di Timur Tengah melaporkan bahwa sekitar 30 formasi batuan datar terletak di dekat lembah Wadi Qattafi, sekitar 60 km di utara Azraq, sementara kelompok lain yang terdiri dari sekitar 20 formasi batuan datar terletak sekitar 5 km di selatan, sebelah timur lembah Wadi Umm Nukhayla.

Tim arkeologi menggali sejumlah struktur di lereng gunung untuk menentukan usia dan fungsinya. Arkeolog Alexander Wasse dari Universitas Yeditepe di Turki mengatakan bahwa sebagian besar struktur berbentuk lingkaran atau oval.

Awalnya, para peneliti meyakini bahwa itu mungkin makam batu prasejarah yang mirip dengan makam tipe "nawamis" yang sebelumnya ditemukan di Semenanjung Sinai dan Yaman.Namun, penggalian struktur yang diberi kode SS-11 menghasilkan penemuan yang tak terduga. Meskipun struktur ini memiliki pintu masuk yang menghadap ke barat daya, mirip dengan makam nawami, penemuan pintu masuk kedua di sebelah timur, bersama dengan halaman berpagar dan jejak hunian seperti perapian kecil, menunjukkan bahwa itu lebih mungkin merupakan tempat tinggal daripada situs pemakaman.

Para peneliti menentukan bahwa struktur tersebut dibangun di atas fondasi batuan alami yang telah diratakan dengan lapisan material pengisi buatan. Di dalam struktur tersebut, ditemukan beberapa lapisan perapian dari periode penggunaan yang berbeda, yang menunjukkan bahwa tempat tersebut telah dihuni sejak lama.

Sampel organik dikumpulkan untuk dianalisis menggunakan penanggalan radiokarbon.

Salah satu ciri mencolok dari struktur ini adalah penggunaan lempengan basal besar yang dipasang secara vertikal untuk menopang atap. Banyak dari lempengan ini diamankan dengan pasak batu kecil di bagian dasarnya, sebuah teknik konstruksi yang sebelumnya tercatat di permukiman Neolitik akhir di Yordania.

Rumah itu cukup kecil, hanya berukuran sekitar 2 x 3 meter, dengan atap rendah. Menurut para arkeolog, desain ini mungkin membantu mempertahankan panas secara efektif selama musim dingin gurun yang keras, ketika suhu malam hari sering turun hingga mendekati atau di bawah 0 derajat Celcius.

Para peneliti percaya bahwa penemuan baru ini akan memberikan pencerahan tentang bagaimana penduduk prasejarah beradaptasi dengan lingkungan keras di gurun Yordania timur, dan memberikan wawasan lebih lanjut tentang perkembangan komunitas di wilayah tersebut ribuan tahun yang lalu