Israel Terus Serang Lebanon dan Gaza Meski Netanyahu Dimarahi Trump
Pasukan Israel terus menyerang Lebanon dan Gaza meski mendapat kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Yang terbaru, Israel melakukan serangan udara di kota Nabatieh, salah satu kota terbesar di Lebanon selatan, menurut laporan media di lapangan.
Kota tersebut, pusat strategis utama bagi Hizbullah, telah dikepung pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir, karena pasukan mereka terus bergerak ke utara.
Serangan Israel juga dilaporkan di seluruh distrik Nabatieh yang lebih luas saat Israel memperdalam pendudukan mereka ke daerah sekitarnya.
Serangan drone menghantam kota Kafr Sir dan Aabba, sementara serangan lain menargetkan jalan menuju Houmine al-Fawqa. Serangan udara Israel juga menghantam pinggiran Yahmour al-Shaqif.
Sementara itu, satu warga Palestina tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan drone Israel di kota az-Zawayda di Gaza tengah, menurut laporan kantor berita Wafa.Kantor berita tersebut mengatakan korban luka dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah.
Israel terus melanjutkan serangannya di seluruh Gaza meskipun ada "gencatan senjata" yang dimulai pada bulan Oktober. Serangan udara dan penembakan artileri telah dilaporkan di beberapa bagian wilayah kantong tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengkritik keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama percakapan telepon yang tegang pada hari Senin terkait eskalasi militer Israel di Lebanon.
Trump dilaporkan menekan Israel untuk tidak melakukan serangan yang direncanakan terhadap Beirut, menurut tiga sumber yang dikutip Axios.
Menurut laporan tersebut, Trump sangat marah dengan keputusan Israel memperluas operasi militernya di Lebanon, karena percaya eskalasi tersebut dapat membahayakan upaya AS untuk mencapai kesepakatan dengan Iran dan merusak negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.Axios mengutip pejabat AS yang mengatakan Trump menggambarkan Netanyahu sebagai "gila" selama percakapan telepon tersebut dan menuduhnya tidak berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Amerika Serikat.
Seorang pejabat AS mengatakan Trump memperingatkan Netanyahu bahwa melakukan ancaman untuk menyerang Beirut "akan semakin mengisolasi Israel di seluruh dunia."
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Salah satu sumber mengatakan Trump mengingatkan Netanyahu tentang dukungan yang telah diberikannya selama bertahun-tahun, dengan mengatakan kepadanya, "Anda akan berada di penjara jika bukan karena saya," yang tampaknya merujuk pada dukungannya selama persidangan korupsi Netanyahu dan mencerminkan kemarahannya atas perluasan operasi militer Israel di Lebanon.
Baca juga: Iran Tangguhkan Negosiasi dengan AS, Ini 4 Alasannya









