Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menggelar kegiatan Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Sabtu 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi petani sekaligus ruang diskusi mengenai penguatan sektor karet rakyat dan pengembangan ketahanan pangan berbasis komoditas jagung di daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Apkarindo, petani karet, petani jagung, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan yang terkait dengan sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Timur.
Baca juga: Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Ketua Umum Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi mengatakan bahwa rembuk petani menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara petani, organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan perkebunan saat ini.
Menurutnya, sektor karet rakyat dan ketahanan pangan memiliki hubungan yang saling berkaitan dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat desa. “Petani karet tidak boleh hanya bertahan menghadapi fluktuasi harga komoditas. Karena itu, penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan jagung juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga petani,” ujar Irfan dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).Ia menjelaskan bahwa pola pengembangan pertanian terpadu melalui komoditas sela seperti jagung dapat menjadi solusi untuk menjaga pendapatan petani, khususnya di tengah masa peremajaan kebun karet maupun saat harga komoditas mengalami tekanan.
Baca juga: 21 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Lemdiklat Polri, Ini Daftar Nama-namanya
Selain membahas kondisi perkebunan karet rakyat, forum rembuk juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, tata niaga hasil pertanian yang lebih adil, akses pupuk dan pembiayaan, hingga peningkatan kualitas produksi.
Olah TKP Mobil Kades Purwasaba Hoho Alkaf Dibakar OTK, Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti
Apkarindo menilai bahwa petani harus menjadi pusat dalam setiap kebijakan pembangunan pertanian dan perkebunan nasional. Oleh sebab itu, organisasi terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak kepada petani kecil agar mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pangan dan perkebunan rakyat.Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai potensi pengembangan jagung sebagai salah satu komoditas strategis ketahanan pangan daerah yang dapat dikombinasikan dengan kawasan perkebunan rakyat.
Ketua DPW Apkarindo Kalimantan Timur menyampaikan bahwa rembuk petani menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan konsolidasi petani di daerah. “Melalui forum ini, kami ingin memastikan suara petani benar-benar menjadi dasar dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan petani dan masa depan pertanian rakyat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat gerakan petani karet dan ketahanan pangan berbasis desa di Kalimantan Timur.










