China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan Pemerintah China berkomitmen untuk membeli produk pertanian AS senilai USD17 miliar atau setara Rp301 triliun setiap tahunnya hingga 2028 mendatang. Kesepakatan dagang tersebut menjadi hasil ekonomi paling konkret dari kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump selama dua hari ke Beijing, di tengah kebuntuan atas sejumlah isu geopolitik yang sensitif bagi kedua negara.
"Kesepakatan ini mencakup pembelian untuk tahun 2026, 2027, dan 2028, serta tidak termasuk perjanjian terpisah mengenai komoditas kedelai yang telah dibuat China sebelumnya pada Oktober 2025," demikian bunyi dokumen lembar fakta resmi yang dirilis oleh Istana Kepresidenan Gedung Putih pasca-KTT bilateral tersebut dikutip dari US News, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga:Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Selain komoditas pertanian, Beijing juga dipastikan bakal bekerja sama dengan regulator AS untuk memulihkan akses fasilitas pemrosesan daging sapi Amerika serta membuka kembali impor unggas dari wilayah yang telah bersertifikat bebas flu burung.
Sebagai langkah nyata, Beijing telah memperpanjang izin registrasi lima tahun bagi 425 fasilitas daging sapi AS yang sempat dibekukan akibat konflik tarif tahun lalu, serta memberikan izin baru untuk 77 fasilitas tambahan. Di samping itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk membentuk Dewan Perdagangan AS-China serta Dewan Investasi AS-China guna menyelesaikan hambatan akses pasar yang tersisa dalam kerangka penurunan tarif bersama.
Meski disambut dengan upacara militer yang hangat oleh Presiden Xi Jinping, KTT bilateral ini dinilai gagal menghasilkan terobosan besar terkait isu kedaulatan Taiwan, penyelesaian konflik Iran, maupun pengurangan tarif dagang secara menyeluruh. Presiden Donald Trump dilaporkan menyelesaikan kunjungan ini tanpa mendapatkan dukungan signifikan dari Beijing, khususnya dalam upaya penanganan ketegangan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran.
Sentimen negatif dari minimnya kepastian geopolitik tersebut langsung memicu aksi hindari risiko (risk-off) di pasar keuangan regional Asia, di mana indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,6 dan indeks Kospi Korea Selatan anjlak lebih dari 6 dari rekor tertingginya. Kementerian Perdagangan China sendiri mengarakterisasi seluruh poin kesepakatan yang tercapai saat ini masih bersifat awal dan akan difinalisasi dalam waktu dekat.
Baca Juga:Selat Hormuz Akan Dibuka, Trump: Kesepakatan dengan Iran Dinegosiasikan
Namun demikian, pertemuan puncak ini setidaknya berhasil membuahkan kerangka kerja baru bagi kelanjutan komunikasi strategis kedua negara di masa depan. Trump telah melayangkan undangan resmi kepada Presiden Xi Jinping untuk berkunjung ke Washington pada 24 September mendatang, tepat sebelum masa berlaku kesepakatan gencatan senjata perdagangan satu tahun berakhir.
Di tengah ketatnya persaingan teknologi, sebuah laporan terpisah menyebutkan bahwa raksasa teknologi Nvidia kini telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah AS untuk memasok cip kecerdasan buatan (AI) jenis H200 ke sejumlah perusahaan teknologi papan atas China, termasuk Tencent dan JD.com. Langkah ini dinilai oleh para pelaku pasar sebagai potensi terobosan besar bagi perkembangan sektor AI di Negeri Tirai Bambu tersebut dalam tiga tahun ke depan.










