Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026

Ekonomi | sindonews | Senin, 18 Mei 2026 - 11:54
share

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.658 triliun. Pertumbuhan ULN tercatat melambat menjadi 0,8 secara tahunan, dibandingkan 1,9 pada kuartal IV-2025.

"Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun

BI mencatat ULN pemerintah tetap terjaga dengan posisi sebesar USD214,7 miliar pada kuartal I-2026. Namun, pertumbuhannya melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,5 secara tahunan, seiring dinamika aliran modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Pengelolaan ULN pemerintah dilakukan secara hati-hati dan terukur untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemanfaatannya diarahkan pada sektor prioritas seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan.

Dari sisi struktur, ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai hampir seluruh total utang. Kondisi ini dinilai mendukung keberlanjutan fiskal dan mengurangi risiko pembiayaan jangka pendek.

Sementara itu, ULN swasta mengalami penurunan menjadi USD191,4 miliar dari USD194,2 miliar pada kuartal sebelumnya. Penurunan terjadi pada kelompok lembaga keuangan maupun perusahaan nonkeuangan, yang masing-masing mencatat kontraksi secara tahunan.

Baca Juga:Utang Luar Negeri Indonesia Naik Terus, per Februari 2026 Sentuh Rp7.481 Triliun

Secara sektoral, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan. Pangsa keempat sektor tersebut mencapai lebih dari 80,4 dari total ULN swasta, dengan dominasi utang jangka panjang sekitar 76,6.

BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat, tercermin dari rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,5 serta dominasi utang jangka panjang sebesar 85,4 dari total ULN. Ke depan, BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas dan mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan.

Topik Menarik