Prajurit TNI Kembali Gugur, DPR Minta PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Prajurit TNI Kembali Gugur, DPR Minta PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Berita Utama | sindonews | Sabtu, 25 April 2026 - 12:48
share

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan dukacita atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Jumat (24/4/2026). Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat menjadi korban ledakan peluru kendali ke markas UNIFIL, Rabu (29/3/2026).

"Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi," ujar Sukamta, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Wakil Sekjen PBB Ikut Berduka Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia

Gugurnya Praka Rico harus menjadi perhatian serius semua pihak, terlebih markas UNIFIL menjadi titik serangan pihak berkonflik. "Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan, sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi," katanya.

Legislator PKS itu menekankan perlindungan terhadap personel yang menjalankan misi perdamaian PBB tidak boleh diabaikan, termasuk pihak berkonflik. "Kami memandang perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan," tuturnya.Karena itu, Sukamta mendorong PBB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian UNIFIL agar sesuai realitas ancaman di lapangan. Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban.

Selain PBB, Sukamta mendorong pemerintah Indonesia juga bersikap setelah Praka Rico dan tiga prajurit TNI sebelumnya yang gugur dengan melakukan peninjauan dan pola penugasan.

Menurut dia, perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia, termasuk dari prajurit yang bertugas. Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan memadai, dan komitmen bersama dari seluruh komunitas internasional.

Gugurnya Praka Rico dalam misi UNIFIL menambah duka bagi Indonesia. Total prajurit TNI gugur di Lebanon menjadi empat orang. Selain Rico, prajurit lainnya yakni Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Topik Menarik