Harga BBM Gila-gilaan, Penjualan Mobil Listrik Hyundai Meroket

Harga BBM Gila-gilaan, Penjualan Mobil Listrik Hyundai Meroket

Otomotif | sindonews | Minggu, 19 April 2026 - 09:45
share

Pasar kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat saat ini menunjukkan perubahan tajam karena kenaikan harga bahan bakar mulai memengaruhi keputusan pembeli.

Menurut Autoblog, penjualan EV oleh Hyundai Motor Company meningkat sebesar 40 antara Februari dan Maret 2026, setelah periode yang relatif lemah sebelumnya.

Sebelum lonjakan ini, penjualan EV di AS dilaporkan turun sekitar 27 pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan perkiraan Cox Automotive. Di antara faktor utama adalah pengurangan kredit pajak EV dan kebijakan pemerintah yang kurang agresif dalam mendukung elektrifikasi.

Situasi ini telah menyebabkan momentum pasar EV melambat setelah beberapa tahun pertumbuhan yang kuat.

Situasi berubah ketika konflik geopolitik yang melibatkan Iran menyebabkan harga minyak naik. Kenaikan biaya bahan bakar ini terus mengubah pola pembelian konsumen, dengan EV sekali lagi dilihat sebagai pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka pendek.

CEO Hyundai, José Muñoz, menyatakan bahwa peningkatan penjualan terkait erat dengan faktor-faktor ini.Dalam jajaran produk Hyundai, Hyundai Ioniq 5 menjadi kontributor utama dengan penjualan 4.425 unit pada bulan Maret, naik 27 dari bulan Februari. Model ini sekarang termasuk di antara mobil listrik terlaris di AS, hanya di belakang model Tesla.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 9 mencatat peningkatan yang lebih besar, dari 505 unit menjadi 905 unit pada periode yang sama, menunjukkan bahwa permintaan untuk SUV listrik semakin meningkat.

Hyundai sekarang melihat target pangsa pasar mobil listrik sekitar 10 hingga 15 persen sebagai hal yang lebih realistis, dibandingkan dengan ekspektasi awal yang lebih agresif.

Platform marketplace seperti Edmunds juga melaporkan peningkatan minat terhadap kendaraan listrik (EV) sejak krisis geopolitik dimulai, dengan hampir sepertiga konsumen di AS mempertimbangkan EV sebagai pembelian mereka berikutnya

Topik Menarik