Dipenuhi Talenta Kelas Dunia, Kenapa Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026?

Dipenuhi Talenta Kelas Dunia, Kenapa Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026?

Olahraga | sindonews | Rabu, 1 April 2026 - 11:22
share

Skuad mewah tak selalu berbanding lurus dengan hasil. Timnas Italia kembali gagal menembus Piala Dunia 2026, meski dihuni pemain-pemain top Eropa.

Lantas, apa yang sebenarnya salah? Di atas kertas, Italia punya segalanya. Generasi pemain yang tampil reguler di liga elite Eropa seharusnya cukup untuk membawa Gli Azzurri kembali ke panggung dunia. Namun realitas berkata lain: mereka kembali tersingkir sebelum putaran final.

Kegagalan ini terasa janggal karena edisi 2026 menghadirkan format baru dari FIFA. Jumlah peserta meningkat drastis menjadi 48 tim, memberi peluang lebih besar bagi negara-negara kuat untuk lolos.

Baca Juga: Timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026 usai Ditekuk Bosnia dan HerzegovinaDi kawasan UEFA, jatah tiket bertambah menjadi 16. Secara statistik, peluang Italia seharusnya jauh lebih terbuka dibanding edisi-edisi sebelumnya. Namun lagi-lagi, peluang itu tak mampu dimanfaatkan.

Masalah pertama terletak pada inkonsistensi performa. Italia gagal tampil dominan di fase grup kualifikasi dan hanya finis sebagai runner-up.Situasi ini memaksa mereka kembali ke jalur playoff—fase yang dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi “kutukan” bagi Italia.

Faktor kedua adalah rapuhnya mental di laga penentuan. Dalam pertandingan hidup-mati, Italia kembali gagal menunjukkan karakter sebagai tim besar.

Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina di playoff menjadi bukti bahwa tekanan masih menjadi persoalan serius.

Selain itu, transisi generasi juga belum sepenuhnya mulus. Italia memiliki banyak pemain berbakat, tetapi belum menemukan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda. Permainan kerap terlihat tidak solid, terutama dalam momen krusial.

Secara historis, ini menjadi alarm keras. Italia terakhir tampil di Piala Dunia pada 2014, lalu absen di 2018 dan 2022. Kini, kegagalan di 2026 memperpanjang puasa mereka sekaligus mencoreng status sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia.

Lebih jauh, Italia mencatat rekor yang tidak diinginkan: menjadi juara dunia pertama yang gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.

Dengan kualitas individu yang dimiliki, kegagalan ini bukan sekadar soal teknis di lapangan. Ada persoalan struktural—mulai dari taktik, mentalitas, hingga regenerasi—yang harus segera dibenahi jika Italia ingin kembali ke level tertinggi sepak bola dunia.

Topik Menarik