SIG Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Implementasi K3
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan kinerja unggul dalam implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berdampak pada pencapaian zero fatality sepanjang 2025. Keberhasilan ini sekaligus mendorong peningkatan efisiensi biaya dan produktivitas kerja perusahaan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjadikan aspek kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (HSE) sebagai bagian fundamental dalam setiap aktivitas operasional. “Prestasi membanggakan ini adalah hasil kerja keras dari tim HSE serta seluruh Insan SIG yang bersama-sama telah meningkatkan budaya K3, dan menjadi motivasi bagi SIG untuk terus meningkatkan implementasi SMK3 guna menjaga keselamatan pekerja, melindungi lingkungan, dan memastikan keberlanjutan bisnis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga:Mudik Bersama BUMN 2026, SIG Berangkatkan 1.653 Pemudik ke 10 Provinsi
Atas capaian tersebut, SIG meraih penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 dengan predikat Excellent, yang merupakan kategori tertinggi untuk sektor manufaktur. Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta pada 11 Maret 2026.
Ajang ini memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai memiliki kinerja unggul dalam penerapan tata kelola perusahaan, khususnya dalam aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan keberlanjutan. Penilaian dilakukan oleh para profesional dan akademisi melalui sejumlah parameter ketat, mulai dari kepatuhan regulasi hingga inovasi dalam implementasi HSE.
SIG juga terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui implementasi Visible Safety Leadership (VSL), yakni keterlibatan aktif manajemen dalam mengawasi dan memastikan praktik keselamatan di lapangan. Pendekatan ini kemudian ditingkatkan menjadi Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), yang menekankan pada kepedulian yang dirasakan langsung oleh para pekerja.
Upaya penguatan K3 turut dilakukan melalui berbagai program, seperti penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang diperbarui menjadi Safety Golden Rules, standarisasi pedoman SMK3 dan prosedur kesehatan dan keselamatan, serta pengembangan Safety Academy bagi karyawan.
Baca Juga:SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Selain itu, SIG juga mengoptimalkan sistem pelaporan K3 melalui aplikasi SHESIG, penyelenggaraan SHE Leader’s Talk secara berkala, serta penerapan Contractor Safety Management System (CSMS) untuk memastikan standar keselamatan bagi seluruh mitra kerja.
Menurut Vita Mahreyni, budaya K3 di lingkungan SIG dibangun atas kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari setiap individu. Hal ini menjadi fondasi dalam meningkatkan tingkat kematangan keselamatan atau safety maturity perusahaan.
“SIG berkomitmen untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama pada setiap tahapan operasi di semua level organisasi dalam Perusahaan yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja, tetapi juga memastikan kenyamanan karyawan dan mitra dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif,” kata Vita.










